Logo Header Antaranews Kaltara

Kehadiran Yonif TP jadi penggerak ekonomi dan pembangunan di Malinau

Sabtu, 3 Oktober 2026 21:26 WIB
Image Print
Bupati Malinau Wempi W Mawa bersama tokoh masyarakat dan kepala desa menyambut kedatangan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam rangka kunjungan kerja di Marshalling Area Yonif TP 921/Alang Impang, Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (3/10/2026). (ANTARA/HO-Prokompim Malinau)

Malinau (ANTARA) - Bupati Malinau Wempi W Mawa mengatakan hadirnya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 921/Alang Impang di Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan turut menjadi penggerak ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal tersebut dikatakan Bupati Wempi saat menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin beserta rombongan yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Marshalling Area Yonif TP 921/Alang Impang, Sabtu.

“Kehadiran Yonif TP di tempat ini bukan hanya alat perang dan alat pertahanan, tetapi juga alat pembangunan dan alat penggerak ekonomi,” kata Wempi W Mawa.

Menurutnya, kehadiran Yonif TP merupakan hal yang baru dan sebuah terobosan yang luar biasa untuk percepatan pembangunan ke depan. Karena itu, kata Wempi, ia sebagai kepala daerah di wilayah perbatasan menyambut baik adanya Yonif TP.

“Atas nama kepala daerah yang mewakili kepala daerah di seluruh perbatasan termasuk di daerah ini, kami sangat menyambut baik adanya Yonif TP,” ujarnya.

Sebagai Batalyon Teritorial Pembangunan, lanjut Wempi, Yonif TP dilengkapi dengan alat berat dilengkapi serta dilengkapi dengan tenaga-tenaga terampil yang dimiliki oleh TNI secara khusus, baik itu di bidang pertanian, konstruksi, kesehatan dan bidang lainnya.

Sehingga, lanjutnya lagi, selain menjaga pertahanan dan keamanan negara di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga mempercepat pembangunan dan bisa menyejahterakan masyarakat.

“Jadi dalam konteks ini saya sangat senang, sangat bersyukur apa yang tadi diatensi oleh beliau (Menhan) dan kami sepakat untuk terus membangun kerja sama ini,” katanya.

Kerja sama tersebut, kata dia, bukan hanya di tingkat pusat, tetapi mulai dari tingkat kesatuan yang ada di kabupaten, provinsi hingga ke pusat.

Sebab itu, kata Wempi, ia sangat sepakat ada kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat dan TNI melalui Yonif TP dalam membangun wilayah perbatasan, khususnya ketahanan pangan.

“Pasti ketahanan pangan itu menjadi prioritas kita. Kemudian percepatan pembangunan infrastruktur, baik itu kesehatan maupun infrastruktur fisik sendiri. Karena ini kan menyangkut logistik, ini menyangkut mobilisasi manusia dan menyangkut mobilisasi perbatasan,” tuturnya.

Bupati Wempi menyebutkan, Malinau memiliki luasan wilayah 3,8 juta hektare atau lebih besar dari Provinsi Jawa Barat dan separuh wilayah Kaltara itu berada di Kabupaten Malinau.

“Jadi dengan penguatan Batalyon Teritorial Pembangunan dengan berbagai bidang dan strategi-strateginya, saya meyakini bahwa percepatan pembangunan itu akan terjawab,” yakin Wempi.
Baca juga: Bupati Malinau sampaikan kondisi akses jalan perbatasan ke Menhan RI
Baca juga: Personel Yonif 614/RJP Akan Dikirim ke Operasi Papua



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026