Jaksa KPK ungkap aliran suap Imigrasi ke pejabat Kemenkumham NTB

id suap imigrasi,yusriansyah fazrin,liliana hidayat

Jaksa KPK ungkap aliran suap Imigrasi ke pejabat Kemenkumham NTB

Mantan Kasi Inteldakim Mataram yang juga ditetapkan sebagai tersangka suap, Yusriansyah Fazrin, ketika dihadirkan Jaksa KPK sebagai saksi persidangan Liliana Hidayat di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, Rabu (11/9/2019). ANTARA/Dhimas BP

Mataram (ANTARA) - Jaksa Penuntut Umum KPK mengungkap aliran suap dalam kasus izin tinggal dua WNA yang bekerja di Wyndham Sundancer Lombok Resort, ke sejumlah pejabat Kantor Wilayah Kemenkumham Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aliran suap tersebut terungkap oleh Jaksa KPK Taufiq Ibnugroho dan I Wayan Riana dalam sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Liliana Hidayat yang digelar Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, Rabu.

Jaksa KPK menunjukkan bukti aliran suap ke pejabat Kanwil Kemenkumham NTB itu mirip dengan keterangan yang disampaikan saksi Yusriansyah Fazrin.

Yusriansyah, mantan Kasi Inteldakim Mataram yang menjadi tersangka kasus suap bersama Kurniadie, Kakanim Mataram, memberikan keterangannya ketika hadir sebagai saksi di persidangan terdakwa Liliana Hidayat.

Baca juga: Jaksa KPK hadirkan dua tersangka suap imigrasi ke persidangan Liliana
Baca juga: Terdakwa Liliana minta bantuan pejabat selesaikan kasus izin tinggal
Baca juga: Pengacara Ainudin sempat bernegosiasi dengan Kakanim Mataram


Dalam keterangannya, Yusriansyah mengaku setoran uang suap yang mengalir ke pejabat Kanwil Kemenkumham NTB itu dibawa kuasa Kurniadie.

"Jadi saya disini cuma mendata saja, siapa saja yang dapat, itu yang atur Pak Kurniadie, yang serahkan itu Pak Kurniadie," kata Yusriansyah.

Namun untuk nominal keseluruhan jatah pejabat Kanwil Kemenkumham NTB, Yusriansyah mengatakan bahwa Kurniadie menyiapkan Rp100 juta.

Uang Rp100 juta itu, jelasnya, diambil dari Rp473 juta, uang suap penerimaan kedua yang diserahkan terdakwa Liliana Hidayat menggunakan tas ransel warna biru yang disimpan di tong sampah depan ruangan Yusriansyah pada Jumat (24/5).

"Jadi Senin (27/5) pagi, saya menghadap ke Kurniadie serahkan uang sisa Rp75 juta itu dan Rp100 juta dari yang saya titipkan sebelumnya Rp300 juta ke Ayub. Uang Rp100 juta itu yang dibagi-bagi," katanya.

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar