BJ Habibie, sang visioner yang terus berkarya hingga akhir hayat

id bj habibie wafat,karya habibie,inovasi habibie

BJ Habibie, sang visioner yang terus berkarya hingga akhir hayat

Mendiang BJ Habibie saat meresmikan pembangunan tower megasuperblok Meisterstadt Batam yang dikembangkannya bersama mitra. (ANTARA/HO-Humas Pollux)

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI ke-3 BJ Habibie merupakan seorang yang visioner dengan karya-karya yang tidak kunjung habis hingga akhir hayat, bahkan sebenarnya masih banyak ide-ide yang belum sempat diwujudkan.

Semua ide dan inovasi itu diakui memberikan kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi di Indonesia. Seperti keberhasilannya menciptakan pesawat N-250 melalui IPTN sekarang PT Dirgantara Indonesia serta mewujudkan pembangunan di Batam.

Pembangunan di Batam saat ini menjadi bagian dari Provinsi Kepulau Riau merupakan salah satu karya visioner BJ Habibie yang ingin memiliki daerah yang setara dengan Singapura.

Menjelang sakit dan wafatnya BJ Habibie tanggal 11 September masih sempat membangun proyek superblok di Batam. Bahkan pada bulan Juni 2019 masih berkesempatan meresmikan proyek yang dibangun bersama PT Pollux Properti Tbk itu.

Proyek itu senilai 1 miliar dolar AS itu disebut-sebut merupakan proyek properti terbesar di Batam bahkan keterangannya CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Nico Po menyebutkan kalau proyek itu sebagai mega superblok.

Baca juga: Prestasi Habibie - Habibie dan cita-cita mobil nasional "Maleo"
Baca juga: Dekan UGM: Habibie pantas disebut bapak kebangkitan teknologi nasional


Dalam arahannya, BJ Habibie berharap megasuperblok yang dinamakan Meisterstadt Batam atau dikenal dengan brand Pollux Habibie International dapat menjadi destinasi investasi dan wisata internasional di Batam.

Terakhir pengembangan megasuperblok Meisterstadt Batam telah memasuki tahap dua. Tahap kedua ini lebih menekankan sebagai tujuan investasi dan wisata bertaraf internasional.

Proyek ini disebut sebagai mega super blok karena di dalamnya tidak hanya hunian saja tetapi juga akan dibangun hotel, perkantoran, rumah sakit, pertokoan berlokasi di Jalan Engku Putri yang berhadapan langsung dengan Singapura.

BJ Habibie saat meresmikan pembangunan tower pertama proyek itu mengatakan kalau Batam selalu berada dihatinya, karena menurutnya sejak awal sudah melihat bahwa ke depannya Batam akan menjadi penghubung antara Indonesia dengan dunia.

Dirinya menjelaskan, ketika menjabat sebagai Kepala Otorita Batam periode 1978 hingga 1998 dan dalam perjalanannya menitikberatkan pada pembangunan industri berbasis manufaktur. Setelah berjalan dengan baik, maka Batam sekarang telah menjadi salah satu pusat utama industri berat di Indonesia.

Habibie berpesan masyarakat Indonesia harus terus berinovasi, membangun dan maju.

Almarhum saat itu mengaku sangat senang dan bangga menjadi bagian dari proyek pembangunan dan pengembangan ini karena Meisterstadt Batam adalah wujud nyata dari hasil pencapaian Batam ketika kita memiliki keberanian dan visi untuk berpikir besar.

Tower pertama yang dibangunnya itu dirancang dengan kualitas terbaik dan diyakini akan menjadi kompetitor utama Marina Bay Sands Singapura karena dilengkapi sky pool and private lounge dengan pemandangan pulau-pulau cantik yang mengelilingi wilayah Pulau Batam.

Acara tersebut dihadiri B.J. Habibie, Chairman PT Pollux Properti Indonesia Tbk Po Sun Kok, CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Nico Po, serta jajaran Direksi dan Dewan Komisaris dari PT Pollux Barelang Megasuperblok serta PT Pollux Properti Indonesia Tbk.

Po Sun Kok selaku mitra BJ Habibie dalam membangun proyek ini dikenal sebagai pengusaha yang mengawali bisnisnya dari garmen di Semarang pada awal tahun 1970-an, saat ini dia menjadi salah satu pengembang properti.

Pertemuan keduanya Habibie dan Po Sun Kok diperkirakan karena keduanya memiliki ide-ide inovatif untuk membangun proyek properti di Batam.

Habibie bahkan berkeyakinan hadirnya Meisterstadt Batam akan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian di Batam seiring perubahan Batam dari industri berat menjadi pusat penyedia jasa dan wisata.

Berlokasi sekitar 30 menit dengan kapal feri dari Singapura, Batam dipandang oleh para investor sebagai Shenzen di masa depan. Menjadi pusat manufaktur yang ditopang oleh industri jasa. Dan bisa menjadi basis bagi para investor dan pelaku bisnis internasional yang ingin mengakses pasar domestik Indonesia yang luas, ungkap Habibie

Pembangunan saat ini telah menyelesaikan tower keempat pada pengembangan fase pertama tersebut nantinya akan merangkum sebanyak 385 unit apartemen.

Dengan fasilitas tersebut, maka diyakini proyek ini dapat meningkatkan reputasi Batam sebagai destinasi investasi dan wisata yang sedang bertumbuh dengan pesat.

Meisterstadt Batam dikembangkan di atas lahan seluas 9 hektare. Proyek multifungsi ini nantinya akan merangkum 11 gedung pencakar langit yang terdiri atas 8 menara apartemen sebanyak 6500 unit, 1 hotel bintang lima, 1 rumah sakit bertaraf internasional, mall, serta 1 perkantoran dengan rencana ketinggian 100 lantai.

Baca juga: Ilham sebut Habibie ingin semua berpikir "out of the box"

Butuh teknologi

Mengingat bangunan mencapai ketinggian 100 lantai tentunya membutuhkan teknologi yang canggih. Hal itu yang membuat Pollux Habibie International menggandeng KONE perusahaan elevator dan lift yang sudah terkenal di dunia dengan nilai kontrak Rp238 miliar.

Nilai kontrak tersebut meliputi 8 tower residensial dan pusat perbelanjaan. KONE sendiri merupakan perusahaan multinasional dan tercatat sebagai global leader dalam industri elevator dan eskalator yang berasal dari Finlandia.

Putra Habibie, Ilham Akbar mengatakan tak hanya konsep pembangunan yang terbaik dalam proyek Meisterstadt, namun pemilihan material berkualitas menjadi salah satu yang menjadi perhatian.

“Meisterstadt dirancang oleh tim arsitek yang telah memenangkan berbagai penghargaan untuk mewujudkan visi dari Bapak Dr.-ING. Bacharuddin Jusuf Habibie tentang kualitas hidup yang berkelanjutan dan desain fasilitas masa depan.

Wajar jika bermitra dengan KONE yang memiliki solusi teknologi canggih dengan kualitas tinggi yang turut menghemat ruang dan energi sepanjang masa pakainya, jelas Ilham Akbar Habibie.

Inovasi teknologi KONE mampu mengangkat elevator dengan carbon fiber, telah memungkinkan pembangunan gedung jauh lebih tinggi dari yang sebelumnya pernah ada.

Salah satunya adalah Jeddah Tower, yang akan menjadi gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian lebih dari 1 km. Teknologi pengangkat elevator ini jauh lebih ringan daripada tali baja konvensional dan memungkinkan perjalanan elevator hingga ketinggian 1.000 meter.

Dengan banyaknya pengalaman dalam mendukung berbagai pembangunan gedung yang menjadi landmark terkemuka di berbagai kota besar dunia, KONE tentunya akan menghadirkan pengalaman transportasi vertikal yang nyaman dan aman bagi seluruh penghuni dan tenant Meisterstadt.

KONE untuk tahap awal proyek ini akan membangun di empat gedung hunian dan pusat perbelanjaan. Sementara pengembangan berikutnya akan mencakup gedung kantor, hotel, rumah sakit, dan empat gedung residensial.

Dalam fase pertama KONE akan memasang 20 elevator high-rise yang mampu melaju pada kecepatan maksimum 180 meter per menit, empat elevator tanpa ruang mesin, dan 14 unit eskalator.

Meisterstadt menurut harapan almarhum BJ Habibie akan meneguhkan statusnya menjadi kota baru sebagai salah satu pusat kota perdagangan bebas terkemuka di Asia Tenggara.

Baca juga: Di Le Bourget, Habibie .. Habibie ..
Baca juga: BJ Habibie sosok inspiratif di mata generasi muda

 

Pewarta : Ganet Dirgantara
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar