Layanan BPJS Kesehatan masih perlu perbaikan, sebut Korpri

id BPJS,Kesehatan,Korpri,Askes,perbaikan layanan

Layanan BPJS Kesehatan masih perlu perbaikan, sebut Korpri

Konferensi Pers dalam rangka sarasehan Korpri di Manado, Sulut. (FOTO ANTARA/Karel A Polakitan)

Manado (ANTARA) - Ketua Departemen Litbang dan Iptek, Pengurus Korpri Pusat Ony Bibin Bintoro mengatakan bahwa aparatur sipil negara puas (ASN) mengharapkan layanan BPJS Kesehatan masih perlu diperbaiki meskipun saat ini cukup baik.

"Kalau ada yang protes layanan BPJS Kesehatan karena kami pengguna lama," katanya di Manado, Jumat.

Pada Kamis (27/2), Ony hadir pada "Sarasehan Korpri" di Manado.

Menurut dia, bila dilihat Indeks Layanan Kesehatan BPJS Kesehatan tergolong bagus, namun di saat yang sama memerlukan ruang perbaikan.

Saat ini, katanya, jumlah ASN yang bernaung dalam wadah Korpri dan keluarga sebanyak 14,7 juta orang, sementara di Sulawesi Utara kira-kira mencapai sebanyak 200.000 orang.

"Banyak mungkin yang bersuara membandingkan pelayanan yang diberikan saat ini dengan yang lalu," katanya.

Ia mengatakan aturan baru yang dulunya dua persen ditanggung ASN dan sisanya tiga persen ditanggung pemerintah, telah diubah hanya satu persen yang ditanggung ASN sisanya ditanggung pemerintah.

"Harapannya dengan meningkatnya jumlah subsidi pelayanan ke depan lebih baik," katanya.

Ony berharap ASN mengunduh aplikasi "Mobile JKN" untuk mendapatkan kemudahan layanan dan meningkatkan Indeks Layanan Konsumen.

Dia menambahkan dulu semasa kecil,  dirinya dan keluarga menggunakan layasan Asuransi Kesehatan (Askes), namun tidak mengantre lama seperti saat ini.

Direktur Perluasan dan Layanan Peserta, BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan beragam inovasi terus dilakukan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada peserta JKN-KIS.

Antrean panjang, kata dia, mengindikasikan semakin banyak peserta yang memanfaatkan layanan JKN-KIS bila dibandingkan sebelumnya ketika masih menggunakan kartu Askes.

"Antrean panjang bisa diatasi dengan penggunaan antrean elektronik, kita juga berharap peserta memanfaatkan aplikasi mobile JKN," demikian Andayani Budi Lestari.

Baca juga: ASN jadi yang paling banyak terkena penyakit jantung

Baca juga: Transformasi BPJS Kesehatan, PT Askes tambah karyawan

Baca juga: Taspen-Prodia beri keringanan layanan kesehatan ASN dan pensiunan

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar