Mendagri luncurkan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri di Musi Banyuasin

id mendagri,tito karnavian,ktp,e-ktp,musi banyuasin

Mendagri luncurkan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri di Musi Banyuasin

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah) didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru dan Bupati Musi Banyuasin (kanan) pada peluncuran mesin ADM pencetak dokumen kependudukan di Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (28/1). (Foto : ANTARA/HO/20).

Palembang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meluncurkan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat, yang menjadi model pertama pelayanan publik di luar Jawa.

Mendagri mengatakan hadirnya mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) ini merupakan komitmen nyata dari pemerintah untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik ke masyarakat.

“Adanya mesin ADM ini akan mempermudah masyarakat untuk mengurus dan mendapatkan dokumen kependudukan seperti e-KTP, Kartu Keluarga dan akte kelahiran dan lainnya,” kata dia.

Baca juga: Mendagri ingatkan transparansi penggunaan dana desa

Ia mengemukakan sejak diluncurkan pada November 2019 oleh Kemendagri, kini ada empat pemerintahan daerah yang menggunakannya yakni Magetan, Tangerang Selatan, Wonogiri, dan Musi Banyuasin.

Mesin ADM yang merupakan inovasi Kemendagri ini seperti layaknya mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) telah mendapatkan respon positif dari masyarakat sehingga setiap kabupaten/kota di Indonesia akan didorong untuk memanfaatkannya.

Jika mesin ATM mengeluarkan uang, maka mesin ADM ini akan mencetak berbagai dokumen seperti e-KTP, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, kartu keluarga, dan Kartu Identitas Anak (KIA) sehingga proses bisa berlangsung cepat, terang dia.

“Masyarakat langsung bisa mendapatkannya pada hari itu juga,” tambah dia.

Baca juga: Mendagri minta kepala desa kuasai tiga ilmu

Ia mengatakan pelayanan yang cepat bagi masyarakat ini menjadi perhatian pemerintah saat ini sehingga gencar dilakukan reformasi birokrasi di jajaran kementeriannya.

"Saya ingin mengubah pola pikir dan budaya, jangan lagi menjadi penguasa, tetapi jadilah pelayan. Mengubah pola pikir itu tidak gampang, mengubah budaya dari penguasa, pejabat, menjadi pelayan itu tidak gampang tapi harus kami lakukan," jelas dia.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan warga yang ingin mengakses pelayanan ini, diharuskan mendaftar ke Dinas Dukcapil terlebih dahulu untuk mendapatkan PIN yang terbagi dua yakni PIN untuk masuk ke mesin ADM dan PIN untuk mencetak dokumen.

Sementara ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menyiapkan unit mesin ADM di Kecamatan Sungai Lilin dan Kecamatan Sanga Desa.

“Sebelumnya kami sudah meluncurkan program tanda tangan elektronik, kini mesin ADM. Nantinya secara bertahap, pemerintah akan menyuplai mesin ADM ini ke seluruh kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin,” terang dia.

Baca juga: Mendagri minta pemerintah daerah tangguh hadapi dampak corona
 

Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar