Polisi Inhu Riau kejar perampok bersenpi gasak Rp100 juta

id polres inhu, perampokan inhu, gudang indomarco

Polisi Inhu Riau kejar perampok bersenpi gasak Rp100 juta

Ilustrasi rampok bersenpi (ANTARA/Arsip Antaranews)

Indragiri Hulu (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Resor Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengejar kawanan perampok bersenjata api yang menggasak uang sekitar Rp100 juta di sebuah pergudangan pada Rabu malam (29/4).

Kepala Polres Indragiri Hulu AKBP Efrizal di Rengat, Kamis, mengatakan pihaknya juga mendalami kejadian tersebut dan menggali informasi dari karyawan gudang Indomarco di Jalan Lintas Timur, yang sempat diikat dan dibekap mulutnya.

Baca juga: Polisi selidiki pelaku perampokan bersenjata api di Bali

Baca juga: Sepekan, pelarangan mudik hingga peningkatan perampokan

Baca juga: Polda Metro catat peningkatan perampokan minimarket


Para perampok itu menggunakan mobil minibus untuk beraksi pada malam hari sekitar pukul 20.30 WIB itu. Usai merampok, mereka kabur ke arah Kota Pekanbaru.

Efrizal menuturkan, selain membawa uang seratusan juta rupiah, perampok yang berjumlah lebih dari dua orang itu turut membawa tiga handphone dan mengikat pemilik gudang setelah ditodong dengan senjata api.

Kawanan rampok masuk dengan cara mendobrak pintu gudang Indomarco di lantai dasar. Setelah berhasil masuk, mereka langsung menodongkan senjata api kepada karyawan yang ada. Tanpa ada perlawanan karena takut diancam, tiga orang pegawai yang ada diikat perampok.

Mereka mengancam akan menembak mati karyawan yang lagi bertugas jika melawan. Ketiga korban yakni Ramadhan (27), Romi (28) dan Frengki (26). Usai kejadian itu, para korban melepaskan diri dari ikatan dan meminta tolong kepada warga sekitar hingga akhirnya aparat polisi datang ke lokasi kejadian.

Lebih lanjut, Kapolres mengimbau kepada masyarakat atau pemilik usaha untuk lebih hati-hati dalam kondisi ekonomi sulit seperti saat ini akibat dampak pandemi COVID-19.

"Mari tingkatkan kewaspadaan dan jaga keamanan lingkungan untuk mengurangi tindak kejahatan," katanya.

Pewarta : Asripilyadi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar