Pemkot Balikpapan tegaskan tak ada Shalat Id di masjid atau lapangan

id balikpapan shalat idul fitri

Pemkot Balikpapan tegaskan tak ada Shalat Id di masjid atau lapangan

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (novi abdi/Antara)

Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menegaskan tidak ada aktivitas yang menimbulkan kerumunan saat Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh 24 Mei 2020 sesuai protokol kesehatan terkait pandemi COVID-19 yang diterapkan di daerah itu.

“Termasuk Shalat Idul Fitri di masjid ataupun di tanah lapang,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi di Balikpapan, Sabtu.

Baca juga: Balikpapan tetap zona merah COVID-19, terjadi penularan setempat

Termasuk juga semua kegiatan usaha hingga ke pergudangan, semua ditutup dulu.

Jalan-jalan raya utama, terutama berstatus jalan kota, juga tetap ditutup pada jam-jam yang sudah ditetapkah. Objek-objek wisata, termasuk pusat perbelanjaan, juga ditutup. Begitu pula tempat hiburan dan tempat bermain anak-anak dan bioskop.

Baca juga: Pertamina salurkan bantuan senilai Rp2 miliar untuk lawan COVID-19

“Kami ingin warga tetap berada di rumah untuk mencegah penularan COVID-19 lebih banyak lagi,” tegas Rizal.

Pemkot Balikpapan tidak ingin ada penambahan kasus baru COVID-19 di Kota Minyak seperti angka nasional yang melonjak 100 persen.

“Ini harus kita waspadai bersama-sama,” kata Wali Kota.

Baca juga: RSKD Balikpapan gunakan TCM, hasil COVID-19 diketahui dalam 45 menit

Sudah dua bulan terakhir, sejak pertengahan Maret 2020 Balikpapan menerapkan aturan ketat COVID-19, hingga bandara dan pelabuhan pun ditutup.

Penggunaan alat pelindung diri seperti masker terus digalakkan, juga menjaga kebersihan badan, terutama dengan rajin cuci tangan. Di berbagai tempat yang masih menjalankan bisnis, pengunjung diwajibkan menjalani cek suhu badan.

Baca juga: Pemprov Kaltim potong anggaran untuk Balikpapan hampir Rp250 miliar

Data terakhir, di Balikpapan ada 15 pasien positif yang dirawat dan disolasi. Mereka sebagian besar tertular dari orang yang berpergian keluar Balikpapan dan keluar negeri. Setelah sebulan, akhirnya juga ada yang tertular meskipun tidak ke mana-mana.

“Jadi sekali lagi, kami ingin warga tetap berada di rumah untuk mencegah penularan COVID-19 lebih banyak lagi,” tegas Rizal.

Baca juga: Balikpapan tutup 7 ruas jalan untuk kurangi mobilitas warga

 


Pewarta : Novi Abdi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar