DLH Sumbar : Pembagian daging kurban gunakan wadah ramah lingkungan

id wadah ramah lingkungan,wadah daging kurban,dlh sumbar

DLH Sumbar : Pembagian daging kurban gunakan wadah ramah lingkungan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah. (ANTARA/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat mengimbau para pengurus masjid di wilayah tersebut untuk menggunakan wadah ramah lingkungan saat membagikan daging kurban dan bukan dengan kantong kresek hitam.

"Banyak wadah yang bisa digunakan seperti daun pisang, anyaman daun kelapa atau besek bambu. Kalau perlu, warga yang menjemput daging kurban, bawa wadah sendiri," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah di Padang, Senin.

Ia mengatakan kantong kresek hitam biasanya adalah hasil daur ulang plastik. Proses daur ulang tidak terjamin higienis, bisa tercampur bahan berbahaya seperti timbal yang berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu kantong kresek juga sulit terurai. Butuh waktu hingga lebih dari 100 tahun untuk sampah plastik itu bisa terurai karena itu penggunaannya berpotensi untuk mencemari lingkungan.

Ia mengakui sekadar imbauan saja memang kurang efektif untuk memberikan penyadaran pada masyarakat. Perlu sosialisasi yang masif hingga percontohan agar masyarakat mau mengikuti.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jakut imbau gunakan wadah ramah lingkungan

Baca juga: Besek alternatif wadah daging kurban yang aman dan ramah lingkungan


"Kami sebenarnya sudah merencanakan pengadaan wadah ramah lingkungan ini untuk dibagikan pada masyarakat saat ibadah kurban. Namun wabah COVID-19 membuat rencana itu terpaksa dibatalkan," katanya.

Anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumbar "habis" direfocusing untuk penanganan COVID-19 yang membutuhkan perhatian khusus.

Hasilnya Sumbar relatif berhasil mengendalikan penyebaran virus itu melalui proses tracing dan tracking, bahkan mendapat pujian dari Presiden.

"Meski kami belum bisa membantu pengadaan, tapi kami berharap masyarakat mau mengubah kebiasaan, tidak lagi menggunakan kresek apalagi kresek hitam untuk membagikan daging," katanya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengimbau agar protokol kesehatan tetap diterapkan saat prosesi kurban. Menggunakan masker, sering cuci tangan dan jaga jarak harus dibiasakan.

Baca juga: Masjid di Muara Teweh gunakan daun jati untuk wadah daging kurban

Baca juga: Besek bambu dipakai untuk bagikan hewan kurban di Bali

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar