Dinkes Bantul pastikan semua tenaga kesehatan negatif COVID-19

id Dinkes Bantul

Dinkes Bantul pastikan semua tenaga kesehatan negatif COVID-19

Tenaga medis Dinas Kesehatan Bantul dilengkapi dengan perlindungan diri ketika hendak melakukan tes swab massal di Dinkes Bantul (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan semua tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas kesehatan baik di rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat sudah melakukan tes usap COVID-19 dengan hasil negatif.

"Hari ini kami pastikan bahwa semua tenaga medis baik di Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS), puskesmas maupun Dinas Kesehatan semua sudah terpetakan, semua hasil swab tesnya negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo di Bantul, Kamis.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengimbau masyarakat tidak takut dengan petugas medis, karena akan selalu membantu memberikan pelayanan tanpa menulari, dan mudah-mudahan semua tenaga medis maupun tenaga kesehatan bisa terpetakan semuanya.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah menjadi 414 orang

"Jadi kenapa tenaga kesehatan kita kemarin banyak yang terjangkit seperti di puskesmas hampir 80-an orang, di Dinkes sekitar delapan positif karena kami mengetes semuanya, kami ingin melayani dengan bersih, melayani dengan tidak menularkan COVID-19," katanya.

Dia mengatakan dalam rangka penanggulangan wabah COVID-19 di Bantul, rencana selanjutnya pihaknya akan melengkapi sarana prasarana fasilitas kesehatan, agar kelengkapan sarana kesehatan semakin komplit.

"Dan sekali lagi Bantul semakin komplit dalam penanggulangan COVID-19, karena sebentar lagi Bantul juga akan punya mobil PCR, ini baru proses, mudah-mudahan dalam dua bulan lagi sudah punya mobil PCR sehingga kalau swab tes hari ini, hari ini juga hasilnya keluar," katanya.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah sembilan orang

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah 18 orang


Dengan armada tes PCR tersebut, kata dia, harapannya pencarian pasien positif COVID-19 akan lebih cepat dibanding sebelumnya, dan tidak terlalu lama meresahkan masyarakat atau pasien karena menunggu hasil swab keluar.

"Jadi tidak stres menunggu lama hasil keluar swab tesnya, sehingga kalau bapak ibu lurah dan camat harus kami tes sudah tidak deg-degan lama, karena pagi dites sore sudah ada hasilnya," katanya.

Total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi hingga Rabu (16/9) berjumlah 596 orang, dengan dinyatakan sembuh 488 orang, sementara kasus positif COVID-19 yang meninggal berjumlah 13 orang, sehingga pasien positif yang masih menjalani isolasi ada 95 orang.

Baca juga: Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY bertambah 26 orang

Baca juga: Rusunawa Bener Yogyakarta segera dijadikan selter pasien COVID-19


 

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar