MPR: Usut tuntas penusukan ulama agar tidak jadi preseden buruk

id Penusukan Syekh Ali Jaber

MPR: Usut tuntas penusukan ulama agar tidak jadi preseden buruk

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan meminta pengusutan tuntas terhadap kasus penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber agar tidak menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia dan mempngaruhi kepercayaan masyarakat.

Politikus Partai Demokrat ini mendorong penyelidikan secara terbuka dan hati-hati, apalagi beberapa waktu terakhir, muncul pernyataan bahwa pelaku sedang terganggu kejiwaannya sehingga menimbulkan pro dan kontra.

"Keterbukaan ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menghindari kecurigaan serta prasangka negatif terhadap penegakan hukum," kata Syarief Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Syarief Hasan menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas kejadian yang menimpa Syekh Ali Jaber serta mengutuk keras penusukan tersebut yang terjadi di kompleks Masjid Afaluddin Tamin Sukajaya, Lampung, Minggu (13/9).

Baca juga: Densus 88 dilibatkan ungkap kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber

Baca juga: Mahfud pastikan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber diadili


Ia mengaku telah mendengar banyak sekali berita penyerangan terhadap ulama, kasus penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber hanya satu dari sekian banyak tokoh agama yang mendapatkan kekerasan dalam melakukan syiar agama.

Bahkan, menurut dia, ada beberapa di antaranya sampai meninggal dunia sehingga kejadian ini tidak memancing kerusuhan dan adu domba di tengah masyarakat.

Kejadian ini, lanjut dia, sangat memprihatikan dan berpotensi memancing pergolakan di tengah masyarakat.

"Pemerintah dan aparat hukum harus bergerak cepat mengantisipasi kemungkinan buruk sehingga kerukunan antarumat beragama dan persatuan Indonesia tetap terjaga yang menjadi bagian dari pengamalan Pancasila," ujarnya.

Syarief juga mendorong agar seluruh komponen bangsa tidak mudah terhasut dengan upaya propaganda buruk yang memanfaatkan kejadian tersebut.

Ia juga mengajak pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam setiap kegiatan-kegiatan.


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar