Pemkot Bogor tutup pedestrian lingkar Kebun Raya tekan COVID-19

id Kebun Raya Bogor,Kasus COVID-19 di Kota Bogor,PSBMK di Kota Bogor,Pedestrian lingkar Kebun Raya Bogor

Pemkot Bogor tutup pedestrian lingkar Kebun Raya tekan COVID-19

Pedestrian lingkar Kebun Raya atau jalur sistem satu arah (SSA) di Kota Bogor (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor segera menutup pedestrian yang melingkari Kebun Raya Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA) dari aktivitas warga pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, guna mencegah dan menekan penularan COVID-19.

"Pedestrian SSA ditutup pada akhir pekan, Sabtu Minggu, sedangkan pada hari lainnya tidak," kata Bima Arya di Kota Bogor, Jumat.

Menurut Bima, penutupan SSA pada akhir pekan, pada penerapan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK), sasarannya untuk menekan penularan COVID-19.

Baca juga: Bima Arya tutup toko swalayan ADA karena COVID-19

Pada akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu pagi, kata dia, pedestrian SSA banyak dimanfaatkan warga untuk berolahraga jogging maupun berjalan kaki. Sedangkan pada siang hari, banyak dimanfaatkan oleh warga untuk berkumpul, makan makanan ringan, atau merokok.

Warga yang berkumpul itu, kata dia, tidak semuanya warga Kota Bogor tapi ada juga warga dari luar Kota Bogor. "Ada juga yang datang untuk bersepeda di pedestrian itu sehingga suasananya menjadi ramai," katanya.

Baca juga: Positif COVID-19 Kota Bogor tambah 23 orang jadi 964 kasus

Baca juga: Positif COVID-19 Kota Bogor tambah 23 orang jadi 964 kasus


Banyaknya orang berada di pedestrian SSA, kata dia, cukup rawan terjadi penularan COVID-19 karena kasus COVID-19 di Kota Bogor trennya meningkat.

Sebelumnya, saat memimpin rapat koordinasi dengan aparat pimpinan wilayah Pemerintah Kota Bogor, di Taman Ekspresi, Sempur, Kota Bogor, Kamis (16/9), Bima Arya telah menginstruksikan kepada Satpol PP untuk membuat barikade di pedestrian SSA mulai Sabtu subuh hingga malam hari.

“Saya akan turun langsung,” katanya.

Menurut Bima Arya, ada tiga penyebab kasus COVID-19 di Kota Bogor meningkat, yakni pergerakan warga cukup tinggi, kesadaran warga dalam melaksanakan protokol kesehatan menurun, serta tindakan pengawasan protokol kesehatan yang masih lemah.

Baca juga: Wabup sebut kasur isolasi pasien COVID-19 di Bogor tersisa 70 persen

Baca juga: Kota Bogor berstatus zona merah COVID-19 sejak Senin pagi


 

Pewarta : Riza Harahap
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar