Kemendikbud gelar Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa 2020

id Kemendikbud,festival wirausaha,wirausaha

Kemendikbud gelar Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa 2020

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Ainun Na'im dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Senin (10/8/2020). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali menggelar Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) yang telah berlangsung sejak 2016.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan apresiasi terhadap para siswa yang tetap bersemangat menciptakan rintisan usaha, menyusun rencana bisnis dan berusaha tetap berlanjut meskipun di tengah pandemi.

"Semangat seperti inilah yang sesungguhnya memang harus dimiliki oleh calon wirausaha masa depan. Bagi seorang calon wirausaha, situasi yang sulit dan tidak menentu justru dapat menjadi peluang untuk menciptakan beragam solusi yang inovatif, memetakan mitra potensial dalam kolaborasi strategis, dalam upaya membentuk wirausaha yang berdampak luas dan berkelanjutan," ujar Ainun.

FIKSI 2020 menjadi salah satu rangkaian lomba yang dilaksanakan pada bulan Vokasi dan Kewirausahaan dengan tema “5Preneurship (people, planet, prosperity, peace, dan partnership)” yang digelar secara virtual.

Baca juga: Kemendikbud sediakan program pelatihan keterampilan dan wirausaha

Baca juga: Kemendikbud : Setiap beasiswa memiliki kekhasannya sendiri


Inovasi dan kewirausahaan, kata Ainun merupakan sesuatu yang sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan dan perkembangan ekonomi bangsa Indonesia.

"Tanpa inovasi dan kewirausahaan, berbagai penemuan ilmu pengetahuan, teknologi yang baru tidak dapat dinikmati atau tidak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dunia secara menyeluruh,” ujar Ainun.

Inovasi dan kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh sektor-sektor komersial atau pun bisnis, tetapi juga pada sektor sosial kemanusiaan termasuk yang sifatnya nirlaba.

"Kita juga bisa melihat banyak institusi-institusi nirlaba, yayasan, badan wakaf, bahkan juga pemerintahan dan instansi bisa maju karena ada wirausahawan sosial," kata Ainun.

Dia optimistis bahwa FIKSI dapat menjadi salah satu program yang berkontribusi bagi pencapaian SDG 2030.

Menurut dia, ditambah dengan potensi kekayaan budaya dan tradisi, keragaman sumber daya alam, serta kemajuan teknologi, para siswa dihadapkan dengan peluang yang sangat lebar untuk dapat mengasah empati mereka, sekaligus menguji daya cipta dan kemampuan mereka dalam hal ilmu pengetahuan, kreativitas, dan perangai wirausaha.

"Sehingga jelas terlihat bahwa angkatan muda ini memiliki kualitas yang baik, yang akan menjadi penggerak utama dan ujung tombak kegiatan ekonomi di Indonesia," kata dia.

Untuk itu, Ainun mengajak para peserta FIKSI 2020 untuk terus mengembangkan daya inovasi dan kewirausahaan sehingga nanti bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.

"Saya optimistis dengan melihat partisipasi adik-adik, didukung para orang tua dan guru, cita-cita Bangsa Indonesia tercapai. Saya sampaikan selamat mengikuti festival. Jaga integritas, jaga motivasi dan semangat tidak hanya festival tapi juga pada kehidupan bahkan termasuk karir jangka panjang," ujar Ainun.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Puspresnas, Asep Sukmayadi dalam laporannya menyampaikan bahwa FIKSI 2020 merupakan ajang lomba inovasi dan kewirausahaan bagi siswa SMA.

"Dengan moto Jujur itu Juara, Berprestasi Dari Rumah, dan Menolak Untuk Menyerah, kami harap melalui FIKSI 2020 para calon wirausahawan muda ini dapat bekerja sama dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna, inovatif, realistis atau mudah diwujudkan, serta efisien dalam menghasilkan produk bagi kesejahteraan, kemakmuran dan perdamaian dunia,” ucap Asep.

Sebelumnya, seleksi FIKSI telah dilaksanakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi rencana bisnis.

Jumlah partisipan yang mendaftar pada tahap ini berjumlah 1.665 siswa dengan 982 rencana bisnis dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut telah dipilih 129 rencana bisnis yang menjadi finalis di tingkat nasional untuk mengikuti seleksi tahap akhir, yaitu seleksi pameran, presentasi, dan wawancara.

Pelaksanaan seleksi tahap akhir ini dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020.

Kategori yang dilombakan pada FIKSI 2020 yaitu Kategori Rintisan Pemula dan Kategori Rintisan Lanjutan. Sedangkan bidang lomba adalah Bidang Boga, Bidang Fashion, Bidang Kriya, Bidang Desain Grafis, Bidang Game dan Aplikasi Digital, serta Bidang Budidaya dan Lintas Usaha.

Selain lomba, kegiatan lain yang dilaksanakan pada rangkaian pelaksanaan FIKSI adalah Workshop Entrepreneur Talk yang menghadirkan beberapa nara sumber di bidang wirausaha dan kepemimpinan.*

Baca juga: Kemendikbud: Inovasi pameran virtual bantu pertahankan giat kebudayaan

Baca juga: Kemendikbud sebut animo guru ikuti Program Guru Penggerak tinggi

Pewarta : Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar