Pemerintah turunkan waktu perjalanan dengan jalan bebas hambatan

id jalan tol, biaya logistik, waktu perjalanan, pembangunan jalan tol, pembangunan infrastruktur, jalan bebas hambatan

Pemerintah turunkan waktu perjalanan dengan jalan bebas hambatan

Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Batang-Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah (Antara/Zabur Karuru)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan untuk bisa menekan waktu perjalanan atau travel time di angka 1,5 jam per 100 km dengan membangun jalan bebas hambatan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dalam jumpa pers daring progres pembangunan proyek strategis nasional bidang konektivitas, Selasa, mengatakan target tersebut merupakan target dalam jangka panjang.

"Jadi tujuan kita dalam jangka panjang ini adalah bagaimana kita menurunkan travel time. Karena kalau travel time turun, biaya logistik turun, ini menunjukkan seberapa kompetitif jaringan jalan kita dalam mendukung sistem logistik," katanya.

Hedy menjelaskan saat ini travel time Indonesia berada di angka 2,3-2,5 jam per 100 km. Oleh karena itu, pemerintah menyusun strategi guna mencapai target travel time 1,5 jam per 100 km yakni dengan menjadikan jalan bebas hambatan sebagai tulang punggung.

"Karena jalan bebas hambatan ini menjadikan travel time direduksi cukup signifikan," imbuhnya.

Hedy mengatakan guna mencapai target travel time 1,5 jam itu, dibutuhkan hampir 19.000 km jaringan jalan tol di Indonesia.

"Dalam jangka menengah kita membangun 2.724 km jalan tol di periode 2020-2024. Sehingga total jaringan jalan tol yang beroperasi 4.817 km. Ini jangka menengah. untuk jangka panjangnya nanti kira-kira ultimatenya total 18.000 km, hampir 19.000 km," ungkapnya.

Namun, Hedy mengatakan target itu bisa tercapai dengan syarat lainnya, terutama ketersediaan anggaran hingga pengembangan wilayah.

Pemerintah juga mengakui pembangunan jalan bebas hambatan tidak bisa sepenuhnya dibebankan ke pemerintah, sehingga keterlibatan swasta sangat dibutuhkan.

"Jadi kapannya (target tercapai) itu belum bisa didefinisikan. Bahkan setelah mencapai 1,5 jam per 100 km, kalau kita tidak mengikuti peningkatan kebutuhan, itu bisa bertambah lagi," katanya.

Hedy menambahkan, dengan target pembangunan jalan tol sepanjang 4.817 km pada 2024 mendatang, pemerintah berharap travel time bisa ditekan menjadi 1,9-2,1 jam per 100 km.

"Kami harapkan di akhir 2024 travel time kita bisa kita reduksi sekitar 1,9-2,1 jam per 100 km," pungkas Hedy.


Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar