Berbagi infrastruktur telekomunikasi akan untungkan masyarakat

id uu cipta kerja,anang latif,berbagi infrastruktur,infrastructure sharing

Berbagi infrastruktur telekomunikasi akan untungkan masyarakat

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif saat acara diskusi virtual "Memperluas Infrasrtuktur TIK di Pedesaan Indonesia", Rabu (21/10). (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

Jakarta (ANTARA) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika melihat konsep berbagi infrastruktur telekomunikasi yang diatur di Undang-Undang Cipta Kerja akan bermanfaat bagi masyarakat.

"Tarif (internet) untuk masyarakat bisa lebih murah dan kualitas jauh lebih baik," kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, saat acara virtual "Memperluas Infrasruktur TIK di Pedesaan Indonesia" bersama Facebook Connectivity, Rabu.

UU Cipta Kerja mengizinkan penyelenggara telekomunikasi untuk berbagi infrastruktur, atau infrastructure sharing, baik pasif maupun aktif, secara business to business.

Menurut Anang, konsep berbagi infrastruktur terbukti merupakan cara yang efisien, apalagi pembangunan infrastruktur di sektor telekomunikasi tergolong sangat mahal.

Baca juga: ITB: tarif internet Indonesia masih terendah

Salah satu contoh sukses konsep berbagi infrastruktur, menurut Anang, adalah layanan ojek online, pengemudi yang memiliki kendaraan sementara perusahaan rintisan yang menyiapkan sistem pemesanan.

BAKTI melihat dengan konsep dan aturan yang mengizinkan berbagi infrastruktur, Indonesia bisa berkompetisi lebih tinggi, hingga ke tingkat dunia, karena menggunakan cara yang efisien.

"Konsep ini sudah digadang-gadang sejak lama," kata Anang.

BAKTI selama pandemi ini memprioritaskan perluasan akses telekomunikasi agar semua wilayah, terutama pedesaan mendapatkan akses ke internet.

Saat pandemi, aktivitas di luar terbatas sehingga semakin banyak masyarakat yang mengandalkan internet untuk melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk untuk bekerja dan belajar.

"Prioritas BAKTI saat ini konsisten pada pembangunan dan perluasan infrastruktur digital terutama di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T)," kata Anang.

Baca juga: Menkominfo: UU Cipta Kerja dukung UMKM

Baca juga: Menkominfo: UU Cipta Kerja media utama digitalisasi nasional

Baca juga: Menkominfo sebut kritik UU Cipta Kerja bisa memiliki implementasi baik

Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar