Gempa Pangandaran guncang wilayah Priangan Timur

id Gempa bumi, Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, pantai, laut, BMKG

Gempa Pangandaran guncang wilayah Priangan Timur

Ilustrasi - Suasana Pantai Batu Karas di laut selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. ANTARA/Feri Purnama

Garut (ANTARA) - Gempa bumi yang berpusat di laut Pangandaran mengguncang daerah lain yang cukup dirasakan kuat oleh sejumlah warga di Kabupaten Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, dan daerah lainnya, Minggu pagi, hingga harus berhamburan keluar rumah karena khawatir merusak bangunan.

Seorang warga Perumahan Malayu Selaras, Ningrum, mengatakan, saat gempa sedang beraktivitas memasak di dapur lalu lari keluar rumah karena guncangannya cukup kuat.

"Gempanya terasa kencang, saya langsung spontan keluar rumah," katanya.

Selain Ningrum, warga lainnya di komplek perumahan yang sama merasakan guncangan gempa yang kuat lalu berlarian keluar rumah dan berkumpul di tengah jalan.

Baca juga: Gempa magnitudo 5,9 di Pangandaran tidak berpotensi tsunami

Guncangan gempa tersebut, kata Ningrum, membuat panik, apalagi pernah merasakan trauma dengan kejadian gempa dahulu pada September 2009 di Tasikmalaya.

"Saking besarnya gempa, membuat saya panik, anak saya yang kecil saja ketinggalan di kamar mandi," katanya.

Selain warga Garut, beberapa warga lainnya dilaporkan sempat panik karena guncangan gempa cukup kuat dirasakan saat berada di dalam rumah.

Seorang warga Kota Tasikmalaya, Husna mengaku, saat gempa langsung berlari keluar rumah bersamaan dengan penghuni rumah lainnya untuk menyelamatkan diri dari bahaya gempa tersebut.

"Terasanya 5-10 detik, tapi berasa banget getarannya, aku lagi tidur, tahu-tahu tempat tidur bergetar, pintu bergetar," katanya.

Baca juga: BMKG: Sepekan terakhir terdapat 17 kali gempa bumi di wilayah Sumbar

Selain itu, warga di pesisiran pantai selatan di Kabupaten Tasikmalaya merasakan sama dengan guncangan gempa tersebut yang terasa cukup kuat dan berlangsung beberapa detik.

Seorang warga pesisir pantai di Kecamatan Cipatujah, Yana Taryana mengatakan, saat gempa dirinya dan warga lainnya keluar rumah karena khawatir bangunan rumah roboh.

"Saat gempa, warga di sini semua panik, keluar rumah, sebagian ada yang ke pantai melihat kondisi laut, takutnya tsunami," kata Yana.

Yana menyampaikan, kepanikan warga di pesisir pantai tidak berlangsung lama, warga kembali ke rumahnya masing-masing setelah merasa tenang dan tidak akan terjadi lagi gempa susulan.

"Kebetulan di sini kondisinya sedang hujan, jadi banyak yang kembali lagi ke rumah, dan beraktivitas seperti biasa," kata Yana.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan dalam siaran resminya gempa berkekuatan magnitudo 5.9 itu berlokasi 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 10 kilometer yang terjadi, Minggu pukul 07.56 WIB.

Baca juga: Pakar gempa Unand : Tetap waspadai gempa dari segmen Siberut
Baca juga: Aktivitas gempa di Mentawai meningkat, BMKG imbau warga waspada


 

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar