Lima tewas akibat tabrakan beruntun di Kabupaten Simalungun

id berita sumut,tabrakan beruntun, berita medan terkini

Lima tewas akibat tabrakan beruntun di Kabupaten Simalungun

Mobil penumpang Sinar Bangun BK 1353 TU hancur ditabrak truk Mitsubishi Fuso di Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Tabrakan beruntun di Jalan Asahan Nagori Dolok Marlawan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Kamis mengakibatkan lima orang tewas.

Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Jodi Indrawan, mengatakan peristiwa tabrakan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, dan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Ia menyebutkan, seorang korban lainnya meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Vita Insani Pematang Siantar.

Baca juga: Seorang pria tewas usai tabrak tiang monorel di Rasuna Said

Sebelumnya, satu unit truk Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi BM 8238 ZU melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pematang Siantar menuju Perdagangan.

"Namun setelah tiba di tempat kejadian, persisnya di depan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, truk Fuso itu diduga mengalami rem blong dan menyeruduk enam unit mobil dan lima sepeda motor yang ada di depan," ujarnya.

Jodi menjelaskan, truk berukuran besar itu, baru berhenti setelah menghantam tembok yang berada di sebelah kanan jalan.

Enam unit mobil yang diseruduk truk Fuso, yakni mobil Daihatsu Terios BK 1009, Toyota Fortuner BK 1434 WH, Toyota Inova BK 1811 MS, mobil penumpang Sinar Bangun BK 1353 TU, mobil penumpang Siantar Jaya BK 1145 TU, dan mobil penumpang Bandar Jaya BK 1132 WC.

Sedangkan, lima sepeda motor yang diseruduk truk, yaitu Yamaha Vixion BK 6208 TAU, Honda Supra BK 4671 TAR, Honda Beat BK 5637 TAN, Honda Supra BK 5258 WAA.

"Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut, dua orang meninggal dunia di tempat kejadian, dan tiga orang korban lainnya meninggal dunia di rumah sakit," katanya.

Baca juga: Dua meninggal dalam tabrakan beruntun di jalan Tol Cipali

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar