Koordinator RSD Wisma Atlet pastikan tenaga kesehatan diperhatikan

id Wisma atlet, koordinator wisma atlet, mayjen dr tugas ratmono

Koordinator RSD Wisma Atlet pastikan tenaga kesehatan diperhatikan

Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono. (HO-Youtube BNPB)

Jakarta (ANTARA) - Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono memastikan tenaga kesehatan yang bertugas mendapatkan perhatian yang baik, termasuk kondisi kesehatan maupun psikologisnya.

"Dihadapkan pada penanganan kasus sedang hingga berat, bagi tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat, tentu memiliki beban psikologis," katanya, dalam dialog "Update RS Darurat Wisma Atlet: Perlindungan Tenaga Kesehatan" secara daring di Jakarta, Selasa.

Diakui Tugas, beban psikologis yang dihadapi masing-masing tenaga kesehatan tidak sama. Misalnya mereka yang ditugaskan di ruang ICU (intensive care unit), dan semacamnya pasti bebannya lebih besar.

Karena itu, kata dia, RSD Wisma Atlet memastikan pemberian perhatian khusus bagi para tenaga kesehatan, yakni dengan memperpendek masa pergantian shift atau jam kerja.

Secara umum, ia menyebutkan jam kerja tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet selama delapan jam, kemudian mendapatkan libur atau istirahat selama 32 jam sebelum memulai shift-nya kembali.

"Jadi ada satu tim besar terdiri dari lima tim kecil. Otomatis bisa delapan jam kerja, kemudian setelah itu off 32 jam, kemudian baru kerja lagi. Ada satu hari lebih waktu istirahat," ujarnya.

Dengan begitu, kata dia, tenaga kesehatan memiliki waktu cukup untuk beristirahat dan mengisi waktu dengan berolahraga atau kegiatan lain untuk meningkatkan kebugaran dan menyegarkan psikologisnya.

Tak lupa, Tugas mengatakan kebutuhan asupan nutrisi, vitamin, hingga kebutuhan hiburan dan olahraga bagi tenaga kesehatan juga diperhatikan.

"Ada waktu khusus untuk diskusi psikologi, menonton film motivator yang bisa dinikmati bersama, atau badminton, pingpong, dan musik di sela mereka bekerja," katanya.

Tugas juga mengatakan ada pelatihan inhouse training secara terus menerus untuk memastikan para tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet merasa siap, ikhlas, semangat, dan antusias dalam memberikan pelayanan yang luar biasa.

Baca juga: 52.067 pasien COVID-19 di Wisma Atlet sembuh

Dalam kesempatan itu, Tugas menyebutkan memang ada penurunan jumlah pasien yang saat ini menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet, tetapi hal itu tidak menurunkan kewaspadaan karena data bersifat dinamis.

Baca juga: Hari kelima vaksinasi di RSD Wisma Atlet, 582 nakes telah divaksin

RSD Wisma Atlet saat ini merawat 3.406 pasien dengan kondisi ringan, sedang, atau pasien dengan kondisi berat yang disiapkan untuk dirujuk ke RS rujukan COVID-19.

Baca juga: Menjaga asa kewarasan di tengah lautan pasien COVID-19

"Kalau kita lihat kemarin 58,7 persen, sementara saat ini 58,49 persen dari hunian yang tersiapkan. Sebagian besar pasien sudah kami pulangkan sesuai kriteria perawatan, yakni minimal tiga hari tidak ada gejala bisa pulang," katanya.

Untuk pasien dengan gejala yang tidak ringan, kata dia, rata-rata menjalani masa perawatan selama 15 hari sesuai dengan pedoman dan standar dari Kementerian Kesehatan.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar