KAI jalankan hingga 25 KA jarak jauh per hari antisipasi libur panjang

id KAI,libur panjang,kereta api

KAI jalankan hingga 25 KA jarak jauh per hari antisipasi libur panjang

Penumpang kereta api Dharmawangsa dari Surabaya tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (3/1/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memperkirakan sekitar 15.000 - 16.000 lebih penumpang KA Jarak Jauh turun di area Daop 1 Jakarta pada puncak arus balik libur Natal dan tahun baru di hari Minggu dan Senin (3-4/1/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta menjalankan hingga 25 kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen untuk mengantisipasi penambahan penumpang pada libur panjang 12-14 Februari 2021.

“Penambahan jumlah KA dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang dibandingkan hari normal biasa,” kata Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan peningkatan jumlah penumpang terlihat melalui data pemesanan tiket.

“Angka keberangkatan tertinggi terjadi pada Kamis, 11 Februari 2021 atau satu hari menjelang momentum libur keagamaan Imlek, tercatat untuk hari ini terdapat sekitar 10.200 penumpang yang akan berangkat dari Area Daop 1 Jakarta,” ujarnya.

Baca juga: KAI tetap berlakukan tes cepat antigen dan GeNose untuk penumpang KA

Jumlah rata-rata penumpang per hari pada momentum libur panjang tersebut bertambah sekitar tiga kali lipat jika dibandingkan akhir pekan minggu lalu pada Kamis, 5 Februari 2021 yakni sebesar 2.994 penumpang.

Jika ditotal secara keseluruhan (periode 11 sampai 14 Februari 2021), terdapat sekitar 16.000 penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta pada libur panjang Imlek 2021.

Tentunya, data tersebut masih dapat berubah mengingat masih mungkin ada tambahan penumpang yang melakukan reservasi ataupun membeli tiket go show tiga jam sebelum keberangkatan untuk tanggal 11-14 Februari 2021.

“Meski KA yang dioperasionalkan hingga 25 KA per hari dan volume penumpang KA meningkat, namun PT KAI Daop 1 Jakarta tetap konsisten menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 baik di area Stasiun dan perjalanan KA di atas KA, seperti pembatasan okupansi penumpang maksimal sebanyak 70 persen dari kondisi normal,” ujar Eva.

Baca juga: Gapeka 2021, KAI Daop Jakarta tambah perjalanan mulai 10 Februari

Yang terbaru terkait protokol kesehatan di masa libur panjang keagamaan, calon penumpang harus memenuhi persyaratan sebelum melakukan perjalanan KA, diantaranya menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (RT-PCR/Rapid Antigen/GeNose C19) yang diambil dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu calon penumpang anak di bawah lima tahun tidak diwajibkan melakukan tes RT-PCR/ rapid tes antigen/ GeNose tes untuk syarat naik KA JJ. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Satgas No. 7 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 20 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian pada masa Pandemi Covid-19.

Calon penumpang dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, menggunakan masker pribadi dan mengenakan pelindung wajah (faceshield) yang disediakan oleh KAI, mengikuti ketentuan penjagaan jarak fisik selama di stasiun dan didalam rangkaian KA serta diimbau untuk menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, selalu rutin membersihkan tangan dengan air dan sabun atau cairan antiseptik.

Pemeriksaan kondisi kesehatan penumpang tak hanya dilakukan di stasiun, sepanjang perjalanan petugas secara berkala juga akan melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang.

Jika di perjalanan kedapatan penumpang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat maka akan dipindahkan ke ruang isolasi sementara di atas KA, selanjutnya penumpang tersebut akan diturunkan di stasiun terdekat yang memiliki pos kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Petugas juga akan aktif memastikan penumpang selalu menggunakan APD sepanjang perjalanan.

PT KAI Daop 1 juga memastikan upaya pencegahan penyebaran Covid 19 juga dilakukan dari sisi prasarana stasiun dan sarana kereta.

Seluruh area dan perangkat yang rentan disentuh banyak orang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara rutin setiap 30 menit sekali, kesiapan penyediaan perangkat pembersih tangan seperti cairan antiseptik dan perangkat cuci tangan yang dilengkapi sabun dipastikan selalu tersedia dan berfungsi baik.


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar