Vaksinasi tenaga kesehatan di Aceh Besar sudah 99 persen

id Aceh Besar,COVID-19,Vaksinasi,Nakes,Tenaga Kesehatan,Kesehatan,antibodi,virus corona,Satgas COVID-19,aa

Vaksinasi tenaga kesehatan di Aceh Besar sudah 99 persen

Petugas medis memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac untuk diberikan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Ulee Kareng di Banda Aceh, Aceh, Rabu (20/1/2021). ANTARA FOTO/ Irwansyah Putra/aww.

Banda Aceh (ANTARA) - Vaksinasi COVID-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang memenuhi persyaratan di Kabupaten Aceh Besar sudah mencapai 99 persen atau sebanyak 2.515 orang.

"Berdasarkan data sementara sampai pemeriksaan kemarin, Alhamdulillah sudah 99 persen. Laporan hari ini belum masuk, masih dalam pendataan," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Anita yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.

Dia mengatakan proses penyuntikan vaksin terhadap nakes di Aceh Besar sejauh ini berjalan lancar baik tanpa ada kendala dan hambatan yang mengganggu proses vaksinasi.

Kata Anita, sempat ada kendala karena ada beberapa tenaga kesehatan yang memang kurang mematuhi ketentuan, tetapi kemudian kembali membaik.

Baca juga: Sebanyak 1.107 tenaga kesehatan di Aceh Barat sudah divaksin

Baca juga: Aceh distribusi 48.325 dosis vaksin COVID-19 ke 21 kabupaten/kota


"Berjalan dengan baik, kendala-kendala ada beberapa tenaga kesehatan yang memang bandel yang berulang kali kita kasih ancaman," ujarnya.

Namun, Anita tidak menjelaskan secara lebih rinci kenapa ada tenaga kesehatan yang membandel, dan ancaman seperti apa yang disampaikan kepada nakes tersebut.

Dirinya menyebutkan jumlah tenaga kesehatan di Aceh Besar yang menjadi sasaran untuk divaksinasi COVID-19 tersebut 2.548 orang, dan yang sudah suntik dosis pertama sebanyak 2.515 nakes. Artinya tersisa 25 orang lagi.

"Dari total 2.515 yang sudah disuntik vaksin dosis pertama itu, baru 242 orang yang sudah menjalani vaksin dosis kedua, dan kita juga masih perlu penambahan 121 vaksin," kata Anita.*

Baca juga: Dinkes: Banyak nakes di Aceh termakan hoaks vaksin COVID-19

Baca juga: Ketika ulama Aceh tak ragukan kehalalan vaksin COVID-19

Pewarta : Rahmat Fajri
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar