Ketua DPR: Di tengah tantangan ekonomi, pasti ada peluang

id Puan Maharani,dpr,pemulihan ekonomi

Ketua DPR: Di tengah tantangan ekonomi, pasti ada peluang

Dokumentasi - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI Penutupan Masa Persidangan III, di Kompleks Parlemen, Jakarta. ANTARA/DPR RI/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi akibat pandemi COVID-19, selalu ada peluang untuk dimanfaatkan menjadi solusi.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang kita hadapi, saya yakin ada jendela peluang yang bisa kita manfaatkan untuk melahirkan sebuah solusi," kata Puan saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional XVII BPP Hipmi secara virtual di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak tetap optimis, bekerja keras, dan hati-hati dalam melangkah.

"Tepatnya, solusi dalam bentuk transformasi strategis ekonomi Indonesia. Kita menginginkan transformasi yang akan mempercepat terwujudnya ekonomi Indonesia yang berdikari," ujarnya.

Baca juga: DPR: Indonesia miliki peluang maksimalkan transformasi ekonomi

Puan juga mengajak Hipmi turut bergotong royong menjadikan tahun 2021 sebagai tahun pemulihan Indonesia.

Termasuk, dalam hal pemulihan ekonomi Indonesia. Hipmi dinilainya perlu menjadi bagian dari solusi kemajuan ekonomi Indonesia.

Pada kesempatan itu, Puan menyampaikan materi bertema "UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagai Landasan Kebangkitan Ekonomi Indonesia Pascapandemi COVID-19".

Dia meyakini implementasi UU itu bisa mempercepat usaha membangkitkan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19.

"Tahun 2020 adalah tahun yang dapat membalik semua prediksi. Akibat pandemi COVID-19 di tahun 2020, perekonomian global melambat, harga komoditas menurun, volume perdagangan dunia menurun, sejumlah negara melakukan pelonggaran kebijakan moneter," ungkap Puan.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menyampaikan  setidaknya ada tiga dampak besar dari pandemi COVID-19 bagi perekonomian Indonesia.

Pertama, konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen perekonomian, jatuh cukup dalam.

Kedua, ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha dan terjadinya PHK.

Terakhir, berlanjutnya pelemahan ekonomi dunia yang menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.

"Saya melihat Hipmi berada dalam posisi unik dan strategis untuk berperan dalam pemulihan dan memajukan ekonomi kita," ucap Puan.

Dengan kader-kader yang muda, maka Puan meyakini, Hipmi adalah wajah dari ekonomi masa depan Indonesia, yang turut memegang kunci kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan.

Baca juga: Puan Maharani katakan bantuan sosial harus mampu ciptakan kemandirian ekonomi
Baca juga: Puan katakan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar