Wagub NTB : Hari Kartini momentum bangkitkan semangat perempuan

id NTB,Hari Kartini,Wagub NTB ,Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah

Wagub NTB : Hari Kartini momentum bangkitkan semangat perempuan

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Sitti Rohmi Djalilah. ANTARA/Nur Imansyah

Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah menegaskan momentum peringatan Hari Kartini merupakan pelecut semangat seluruh perempuan Indonesia.

"Perempuan sesungguhnya memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berkiprah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki," kata Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-143 bertajuk "Kepemimpinan Perempuan Mendorong Perubahan Sosial di NTB" secara virtual yang diikuti oleh OPD dan LSM di Mataram, Rabu.

Menurut dia, di masa sekarang, PR-nya tidak hanya merayakan Hari Kartini saja, tetapi yang terpenting adalah bagaimana semangat Ibu Kartini dapat tertular kepada seluruh perempuan Indonesia.

Rohmi mengajak kepada seluruh perempuan agar dapat membuktikan, bahwa apabila diberikan kesempatan, perempuan juga bisa menunjukkan kinerja terbaiknya dalam berbagai bidang. Untuk mendukung hal tersebut, ia meminta kepada seluruh perempuan untuk bisa saling mendukung.

"Sudah saatnya sesama perempuan saling support. Insya Allah kekuatan-kekuatan baik di seluruh perempuan NTB dan Indonesia akan menjadi energi yang luar biasa," ujarnya optimis.

Baca juga: LIPI: Pelibatan perempuan dalam penelitian gender penting dilakukan
Baca juga: Ketum PPP dan Gubernur Anies Baswedan bagikan gerobak di Hari Kartini


Menurut Romi, berbagai masalah perempuan yang terjadi di NTB tidak luput menjadi perhatian pemerintah, di antaranya tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak, perkawinan anak dan sebagainya.

Terhadap hal ini, Wagub menegaskan, pemerintah terus berupaya menyelesaikan berbagai permasalahan perempuan, dengan terus memberikan edukasi yang masif karena kebanyakan masalah yang dihadapi perempuan diawali karena ketidaktahuan, sehingga diharapkan dengan adanya Posyandu keluarga bisa menjadi solusi dalam mengedukasi perempuan.

"Tidak mungkin kita mengatasinya secara parsial. Caranya adalah dengan mengedukasi perempuan, bagaimana peran dan hak sebagai perempuan harus dapat dipahami. Selain sekolah, masyarakat juga dapat memanfaatkan Posyandu menjadi tempat yang strategis dalam mengisi ibu- ibu di dusun, dan pastinya mendapat edukasi," katanya.

Baca juga: Wagub Lampung: Hari Kartini momen refleksi makna kesetaraan
Baca juga: Istri Bupati Siak: Permaisuri SSK II buka Sultanah Latifah School

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar