May Day, pandemi dan sembako

id bpjs ketenagakerjaan,bpjamsostek,may day

May Day, pandemi dan sembako

Dirut BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo menyerahkan 18.000 paket sembako secara simbolis terkait peringatan May Day, Sabtu (1/5/2021). (ANTARA/Erafzon Saptiyulda AS/ho bpjamsostek)

Jakarta (ANTARA) - May Day atau Hari Buruh Internasional lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk memperjuangkan jam kerja menjadi 8 jam dalam sehari.

Tuntutan tersebut merembet pada perbaikan kesejahteraan pekerja dalam arti luas, baik fasilitas, upah, aktualisasi diri, jaminan sosial, status kerja, pegawai kontrak, cuti, jaminan hari tua, pensiun dan sebagainya.

Di masa pandemi saat ini, momok yang ditakutkan pekerja muncul tak terbendung, yakni pemutusan hubungan kerja (PHK). Tak ada yang bisa menghentikannya karena pilihannya adalah mengutamakan kesehatan. Tidak ada pertumbuhan atau kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh orang sakit.

Pilihannya, mengatasi penyakit, mengendalikan pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung lebih setahun dan terjadi di seluruh dunia. Pertumbuhan ekonomi menjadi stagnan, bahkan negatif.

Kebijakan darurat harus diambil, mengendalikan dan mengatasi penyakit dengan berbagai cara, terakhir vaksinasi dengan tetap menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan dan tidak berkerumun.

Dampak ikutan lainnya dari pandemi adalah menjaga agar kebutuhan pokok pekerja tetap terpenuhi. Melambatnya ekonomi, berkurangnya pendapatan membuat pekerja harus berakrobat untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) bersama Menteri Ketenagakerjaan dan beberapa instansi pemerintahan lainnya seperti Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan pemerintah daerah melakukan penyerahan bantuan sebanyak 18.798 paket sembako.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan pekerja dan serikat pekerja dan buruh di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di Bekasi, Sabtu. Pemberian bantuan ini juga dilakukan di 34 provinsi dan 415 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pemberian bantuan ini merupakan bentuk empati BPJAMSOSTEK kepada sesama pekerja imbas dari pandemi COVID-19 sekaligus simpati kepada perjuangan para relawan yang bekerja memerangi pandemi. Selain itu dengan bantuan Sembako yang diberikan diharapkan mampu mendukung daya tahan pekerja agar imunitas mereka tetap dalam kondisi prima.

Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Dalam kegiatan itu Dirut BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo berpesan kepada serikat pekerja dan serikat buruh yang hadir untuk turut mendukung program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) karena akan membantu para pekerja yang mengalami PHK karena perusahaan mereka terdampak pandemi Covid-19 ini.

Di Jakarta Utara pemberian 920 sembako diberikan kepada pekerja dengan dihadiri Kadisnakertrans setempat Gatot S Widagdo. Pemberian sembako secara simbolis diberikan oleh Koordinator Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Utara dan Pulau Seribu Erfan Kurniawan.

Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Puit Jakut Husaini mengatakan bantuan sosial di wilayahnya tidak hanya saat Mayday, tetapi sejak pandemi COVID-19 merebak berupa beras 2 ton, bahan pokok lainnya, juga penyanitasi tangan, masker dan sebagainya.

Di acara terpisah pada peringatan May Day di Wisma Atlet, Jakarta, Anggoro menuturkan bahwa sejatinya 1 Mei ini menjadi momen untuk mengingatkan akan hak-hak dasar pekerja yang tidak boleh dilupakan oleh pemerintah dan pemberi kerja.

“Sesuai tema yang kami usung, peringatan May Day ini kami gunakan sebagai momentum peningkatan layanan dan manfaat kepada pekerja Indonesia melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta peningkatan layanan agar lebih cepat, mudah, dan akurat bagi pekerja,” ujarnya.

Di masa krisis seperti saat ini, perlindungan dasar bagi pekerja memiliki urgensi yang tinggi seiring dengan peningkatan risiko kerja yang rentan dialami oleh seluruh pekerja. "Tidak ada capaian yang lebih tinggi bagi kami selain memberikan rasa aman dan kepuasan bagi pekerja peserta BPJAMSOSTEK,” ucap Anggoro.

Teman di kala susah

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, mengapresiasi seluruh stakeholder ketenagakerjaan khususnya BPJAMSOSTEK dalam mendukung kegiatan ini.

"BPJAMSOSTEK hadir sebagai rumah bagi perlindungan pekerja Indonesia yang ada pada saat senang dan susah. Kehadiran dirut tentunya tidak hanya pada momentum ini tapi juga di kesempatan lain untuk lebih dekat dengan pekerja dan pengusaha," ujar Ida.

Saat ini kondisi perekonomian sedang masa pemulihan (recovery) dan tanda-tanda penguatan ini semakin kuat. Pemerintah bersama dengan pengusaha dan pekerja harus bahu membahu dalam menghadapi tantangan ini hingga akhirnya nanti perekonomian pulih dan Indonesia keluar dari masa sulit, sesuai dengan tema yang diusung Pemerintah dalam May Day kali ini, Recover Together.

Menaker mengingatkan bahwa peringatan May Day bukan hanya milik buruh, tapi juga punya arti penting bagi pengusaha dan juga pemerintah. "Kita semua punya cita-cita yang sama agar semua buruh sejahtera, bagaimanapun caranya," ujar Ida.

Tenaga kesehatan (nakes) juga merupakan profesi yang menjadi ujung tombak dalam mengatasi pandemi ini, tidak ketinggalan pada momen May Day ini, BPJAMSOSTEK juga memberikan bantuan Paket Ramadhan kepada 1.600 nakes. Bantuan diharapkan dapat menjadi dukungan moril sekaligus meringankan beban Nakes dalam melakukan tanggung jawab mereka sehari-hari.

“Tidak ketinggalan kami juga memberikan perlindungan jaminan sosial secara cuma-cuma kepada para nakes, termasuk relawan yang tengah berjuang melawan COVID-19 ini,” ungkap Anggoro.

Dana untuk perlindungan jaminan sosial kepada 2.404 relawan ini bersumber dari donasi karyawan BPJAMSOSTEK sebagai bentuk solidaritas sesama pekerja.

Ida Fauziah mengapresiasi nakes dan relawan yang bertugas di garda terdepan karena dari mereka kita bisa belajar jihad yang sesungguhnya, dengan menyelamatkan nyawa sekaligus mempertaruhkan keselamatan diri mereka menghadapi COVID-19 ini.

Dukungan melalui perlindungan jaminan sosial dan bantuan yang diberikan ini diharapkan bisa membantu para relawan sebagai garda terdepan mengobati pasien COVID-19 dan tidak terbebani dengan masalah lain, termasuk jaminan sosial jika berhadapan dengan risiko kerja.

Semoga negeri ini segera terbebas dari pandemi dan doa anak negeri harus selalu dipanjatkan di Bulan Suci ini.

Baca juga: Peringati "May Day", BPJAMSOSTEK bagikan 18.798 paket sembako
Baca juga: SP BPJSTK bertekad dukung direksi baru BPJAMSOSTEK
Baca juga: BPJAMSOSTEK wujudkan kenaikan beasiswa hingga Rp174 juta untuk 2 anak


 

Pewarta : Erafzon Saptiyulda AS
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar