Saham Hong Kong turun ke level terendah 7 minggu

id Saham Hong Kong,Indeks Hang Seng

Saham Hong Kong turun ke level terendah 7 minggu

Seorang pejalan kaki melihat layar pergerakan perdagangan saham Indeks Hang Seng di Hong Kong, China. ANTARA/REUTERS/Bobby Yip/am.

Jakarta (ANTARA) - Saham Hong Kong turun pada Selasa hingga ke level terendah tujuh minggu, mengikuti aksi jual saham-saham teknologi di Wall Street malam sebelumnya, sementara berlanjutnya kekhawatiran tentang penerapan aturan antimonopoli juga membebani perusahaan raksasa teknologi yang terdaftar di bursa di pusat keuangan Asia tersebut.

Indeks Hang Seng turun 2,0 persen menjadi 28.013,81, penutupan terendah sejak 25 Maret, sedangkan Indeks China Enterprises turun 2,1 persen menjadi 10.431,55 poin.

Memimpin penurunan, indeks teknologi Hang Seng sempat merosot sebanyak 4,5 persen ke level terendah enam bulan sebelum berakhir turun 3 persen, turun lebih dari 30 persen dari rekor tertinggi pada 18 Februari.

Raksasa teknologi Tencent dan Alibaba masing-masing turun 1,8 persen dan 3,5 persen.

Penurunan terjadi setelah Badan Pengatur Pasar Modal China mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka akan terus mempromosikan perbaikan peraturan tenang perusahaan-perusahaan berbasis platform.

Saham raksasa pengiriman makanan Meituan ditutup 5,3 persen lebih rendah setelah sempat anjlok sebanyak 9,8 persen.

Pemimpin Meituan Wang Xing minggu lalu memposting puisi kuno di Fanfou, platform media sosial mirip Twitter, yang telah memicu spekulasi bahwa dia mengeluhkan tentang kerasnya peraturan yang sedang berlangsung.

Steven Leung, direktur penjualan di UOB Kay Hian di Hong Kong, mengatakan postingan puisi Wang tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap perusahaan dan kelanjutan aturan antimonopoli.

Dikutip dari Reuters, analis dan pedagang mengatakan aksi jual besar-besaran saham-saham teknologi pada Selasa terutama disebabkan oleh kekhawatiran atas peraturan antimonopoli dan koreksi saham-saham teknologi di bursa AS.

Wall Street ditutup lebih rendah pada Senin, karena kekhawatiran inflasi mendorong investor menjauh dari saham-saham pertumbuhan terkemuka pasar dan kemudian beralih pada saham-saham siklikal.

Panic selling di saham-saham teknologi dipicu oleh kekhawatiran pendalaman penyelidikan anti-trust, kata Zhong Long, fund manager di hedge fund China, Oriental Ze Jin.

"Dampak dari kampanye antimonopoli belum sepenuhnya dihargai ... Bagi Alibaba, sepatunya telah turun. Tetapi bagi yang lain, termasuk Meituan dan Tencent, ini masih jauh dari selesai. Dan, jika Anda melihat kampanye serupa di AS, ini bukan hanya tentang denda. Terkadang hal itu akan menyebabkan pemisahan."

Reaksi pasar terhadap inflasi terbaru China dan data populasi sebagian besar tidak terdengar.

Harga pokok pabrik China naik pada tingkat tercepat dalam 3,5 tahun di bulan April, data resmi menunjukkan pada hari Selasa.

Tetapi sebagian besar analis tidak berpikir hal itu akan memicu perubahan kebijakan besar oleh bank sentral.

Baca juga: Saham Eropa jatuh dari level tertinggi, dipicu kekhawatiran inflasi
Baca juga: Saham China naik didukung perusahaan konsumer dan perawatan kesehatan
Baca juga: IHSG terkoreksi jelang libur Lebaran, terseret pelemahan Wall street


Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar