Volume sampah di Kota Tangerang naik empat persen selama libur lebaran

id sampah

Volume sampah di Kota Tangerang naik empat persen selama libur lebaran

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang mengerahkan armadanya untuk mengangkut sampah yang mengalami kenaikan sebesar empat persen selama libur lebaran 1442 Hijriah. (HO DLH)

Tangerang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Banten mencatat volume sampah naik 325 ton atau empat persen saat libur lebaran dibanding hari biasa  yakni 1.500 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Tihar Sopian di Tangerang Minggu, mengatakan penambahan jumlah sampah tersebut disebabkan karena  konsumsi masyarakat yang meningkat. Adapun jenis sampah yang mendominasi berasal dari rumah tangga.

Baca juga: Jakarta Utara mampu kurangi sampah non-ekonomis 40 ton

"Peningkatan sampah sebesar empat persen atau sebanyak 325 ton dari yang biasanya kita angkut yakni 1.500 ton. Semua sudah kita angkut dari tenaga lapangan yang kami siapkan," katanya.

Tihar menambahkan pengangkutan sampah selama libur lebaran tetap dilaksanakan seperti biasanya. Bahkan, beberapa lokasi yang rawan ada penimbunan sampah langsung disiapkan armada pengangkutan.

Baca juga: Bank sampah di Kelurahan Karet kumpulkan 479 kg sampah plastik

Misalnya saja saat malam takbiran, lokasi yang jadi prioritas pengangkutan seperti di Pasar Anyar, Pasar Sipon, Pasar Malabar dan Pasara Saraswati. "Sampah pasar paling dominan di saat malam takbiran karena warga banyak belanja untuk kebutuhan lebaran," katanya.

Sementara itu jumlah armada yang disiapkan selama libur lebaran sebanyak 88 kendaraan truk, pickup sebanyak 10 kendaraan, bentor 52 unit, dan personel 520 orang.

Baca juga: Kelurahan Kebon Baru kembangkan budi daya ulat magot

Kepala Bidang Kebersihan Yudi Pradana menambahkan jumlah sampah sejak hari Sabtu (15/3) sudah kembali normal seperti semula yakni 1.500 ton per hari.

Dinas Lingkungan Hidup, lanjut Yudi, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu taat membuang sampah pada tempatnya dan tidak sembarangan karena akan menimbulkan efek negatif seperti penyakit dan merusak keindahan kota.

Kemudian, DLH juga terus berkoordinasi dengan pengangkut sampah di pemukiman untuk bisa melakukan penarikan agar tak terjadi penumpukan untuk nantinya dibuang ke TPA (tempat pembuangan akhir) Rawakucing.

 

Pewarta : Achmad Irfan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar