Adara pastikan bantuan kemanusiaan sampai ke Palestina

id Palestina,Israel,negara muslim,Jalur gaza,Adara

Adara pastikan bantuan kemanusiaan sampai ke Palestina

Adara Relief ketika memberikan bantuan kepada warga Palestina ANTARA/FHO.

Depok (ANTARA) - Lembaga Kemanusiaan Adara Relief Internasional yang dipercaya menyalurkan bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia untuk Palestina memastikan tersalurkan sesegera mungkin dan sampai tepat ke penerima manfaat di Palestina.

"Selama meningkatnya gejolak di Al Quds dan Jalur Gaza, Adara telah mengirimkan bantuan dalam beberapa tahap," kata Ketua Adara Relief Internasional Sri Vira Chandra dalam keterangannya, Senin.

Sebagaimana sebelumnya Adara telah secara kontinyu menyalurkan donasi Sahabat Adara ke semua wilayah Palestina yang terjajah, yaitu kota Al Quds, Tepi Barat, wilayah 48, Gaza, dan kamp-kamp pengungsian yang tersebar di beberapa wilayah sekitar Palestina.

Baca juga: Organisasi kemanusiaan akan kirim relawan medis dan obat ke Gaza

Dikatakannya sejak awal Ramadhan hingga pekan pertama bulan Syawal ini, Adara telah menyalurkan bantuan bagi 764 orang korban luka, di antaranya 100 anak-anak, trauma healing bagi 100 anak, bantuan biaya tindakan operasi bagi 10 korban luka, bantuan kaki palsu untuk 4 orang, bantuan perawatan dan obat-obatan untuk 225 pasien, bantuan kursi roda dan kruk serta biaya pengobatan dan operasi untuk sebanyak 71 orang, serta bantuan 100 alat kesehatan untuk rumah sakit.

Selain itu, bantuan berupa makanan berbuka puasa untuk jama'ah itikaf di Masjid Al Aqsa dan wilayah Palestina lainnya disalurkan sebanyak 4.999 paket berbuka, 1.599 paket hadiah Hari Raya untuk anak Palestina, dan bantuan pemakmuran Masjid Al Aqsa bagi 400 jamaah.

Penyaluran bantuan juga diberikan kepada warga Palestina di sekitar Al Aqsa sebanyak 10 keluarga. Bantuan sembako untuk Al Quds dan keluarga korban agresi di Gaza dan wilayah Palestina diberikan kepada 965 keluarga, bantuan keberlangsungan pelaksanaan kelas Al-Qur'an bagi anak-anak dan penyandang tuli sebanyak 10 kelas, dan bantuan bagi anak-anak yatim dan program anak asuh Palestina sebanyak 557 anak yatim.

Bantuan berupa pelatihan pemberdayaan ekonomi diberikan untuk 1 kelompok pelatihan, sementara bantuan ekonomi darurat diberikan untuk 251 keluarga. Penyaluran bantuan bagi keluarga korban serangan di Al Quds dan korban agresi di Gaza telah diberikan kepada 1.514 keluarga dan bantuan bagi kasus penangkapan juga diberikan untuk 100 kasus. Serta renovasi rumah yang hancur akibat agresi dan penjajahan sebanyak total 31 rumah.

Baca juga: 22 komunitas bentuk Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina

Saat ini masyarakat Indonesia mulai memahami bahwa persoalan di Palestina bukan hanya sebatas perkara kemiskinan. Membantu Palestina tidak sama dengan membantu wilayah yang terkena bencana alam.Tidak hanya sekedar membantu anak yatim,meskipun jumlah anak yatim di Palestina terus meningkat akibat penjajahan.

Akan tetapi, membantu Palestina adalah bagian dari upaya untuk mendorong tetap tegaknya sebuah bangsa dan menghapuskan penjajahan serta menghentikan ketidakadilan dan kekerasan atas sebuah bangsa.

Hingga kini, setidaknya 230 orang warga Palestina menjadi syuhada, 45 persen di antaranya adalah anak dan perempuan dan lebih dari 1.600 lainnya terluka. Kerugian ekonomi mencapai lebih dari 243,8 juta dolar AS.

Sedikitnya 72.000 orang terpaksa mengungsi ke 58 sekolah UNRWA yang ada di seluruh wilayah Gaza seperti dilansir Al Jazeera. Selain itu, pemerintah Zionis menolak masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui perlintasan perbatasan Kerem Shalom.

Terdapat enam bangunan tinggi yang semuanya merupakan landmark kota Gaza yang ikonik, luluh lantah akibat rudal. Lebih dari 184 properti perumahan dan komersial yang dihancurkan, termasuk gedung yang menampung 33 institusi media seperti yang dinformasikan kementerian pemerintah Gaza.

"Bekerja sama dengan 23 lembaga kemanusiaan internasional mitra penyaluran, Adara bersama semua Sahabat Adara berupaya menjadi bagian dari penuntasan krisis kemanusiaan. Adaraterus berkomitmen untuk menyalurkan donasi secara cepat, tepat sasaran, dan amanah," kata Sri Vira Chandra.

Adara Relief International (Adara) adalah lembaga penyalur bantuan Palestina, khususnya untuk perempuan dan anak-anak Palestina yang merupakan pihak paling rentan terdampak penjajahan di wilayah tersebut.

Adara didirikan pada 14 Februari 2008 atas inisiasi Alm. Ustazah Yoyoh Yusroh. Adara menghimpun dukungan Indonesia untuk Palestina melalui tiga kegiatan utama yang dilakukan sepanjang tahun, yaitu sosialisasi, edukasi, dan donasi yang digalang melalui 22 komunitas binaan yang tersebar di seluruh Indonesia, Gerakan Koin, media online dan acara-acara offline yang diselenggarakan.

Baca juga: Anggota DPR minta audit dana bantuan buat Palestina

Krisis kemanusiaan

Ketua Adara Relief Internasional Sri Vira Chandra agresi Israel berikan dampak panjang krisis kemanusiaan di Palestina. Buntut gejolak di Al Quds akibat serbuan ribuan ekstrimis Yahudi ke Masjid Al Aqsa, pada 28 Ramadhan lalu dan kasus pengusiran warga Syekh Jarrah, memicu serangan membabi buta militer Zionis atas Jalur Gaza.

"Lebih dari 1615 serangan udara berupa rudal dan bom menyasar pemukiman warga sipil dan bangunan penting di Jalur Gaza, Palestina sejak 10 Mei 2021," katanya.

Setelah 11 hari menggempur Gaza, pihak Israel meminta gencatan senjata. Gencatan senjata bukan berarti melupakan dampak panjang krisis kemanusiaan. Hancurnya infrastruktur serta anak-anak, perempuan-perempuan lemah dan kalangan lansia yang turut menjadi korban, amat mengusik rasa kemanusiaan.

Selain itu, dalam rancangan kesepakatan gencatan senjata pihak Palestina mensyaratkan tidak ada lagi penyerangan ke Masjid Al Aqsa dan pengusiran warga Syekh Jarrah, itu artinya kekerasan zionis terjadi secara menyeluruh terhadap warga Palestina,” tegas Sri Vira Chandra, Ketua Adara Relief Internasional (Adara) menjawab pertanyaan para pemerhati Palestina.

Gejolak dan agresi keempat kalinya oleh Zionis Israel yang meluluhlantakkan Gaza setelah himpitan blokade 14 tahun tak hanya dirasakan warga Jalur Gaza dan wilayah Palestina lainnya, tetapi menjalar ke seantero dunia termasuk Indonesia.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, rasa sakit yang dialami bangsa Palestina amat dapat dirasakan beratnya. Semua pihak merasa terpanggil memberikan bantuan dan turut berdonasi terlebih di tengah momen puncak Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Baca juga: FOZ dorong agar korban di Palestina mendapat penanganan psikososial
Baca juga: DMI serukan masjid galang sumbangan untuk Palestina

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar