Pemprov Papua akan gelar upacara Hari Lahir Pancasila secara virtual

id Pemprov Papua,hari lahir pancasila

Pemprov Papua akan gelar upacara Hari Lahir Pancasila secara virtual

Sekda Provinsi Papua Dance Yulian Flassy (kanan) didampingi Kadiskominfo Provinsi Papua Jeri Yudianto (kiri). ANTARA/Hendrina Dian Kandipi/aa.

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua berencana menggelar upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 secara virtual sesuai instruksi dari Pemerintah Pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Dance Yulian Flassy di Jayapura, Senin, mengatakan bagaimana prosesinya nanti akan diatur oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat.

Baca juga: IHSG ditutup menguat jelang libur Hari Lahir Pancasila

"Memaknai Hari Lahir Pancasila adalah dengan tetap bersatu meski berbeda-beda dalam kebhinekaan," katanya.

Senada dengan Dance Yulian Flassy, Kepala Diskominfo Provinsi Papua Jeri Yudianto mengatakan tema kali ini yakni “Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh”.

"Prinsipnya kami akan menyesuaikan dengan kondisi geografis dan keadaan kini di Kota Jayapura," katanya.

Dia menjelaskan meskipun tidak bisa seperti biasanya, namun Pemprov Papua tetap menjadi bagian dari pada proses ini.

"Virtualnya akan menggunakan youtube dan streaming," ujarnya.

Dia menambahkan pada intinya Papua menjadi Indonesia yang tangguh.

Sekadar diketahui, berdasarkan radiogram dan sesuai surat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), perubahan jadwal pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila, Selasa 1 Juni 2021, yang semula dilaksanakan upacara sebanyak dua kali yakni pertama pukul 08.00 WIB dilaksanakan di masing-masing daerah, lalu kedua pukul 10.00 WIB upacara terpusat dipimpin oleh Presiden RI. Diubah menjadi hanya satu kali upacara, yakni terpusat dipimpin oleh Presiden RI pada pukul 09.45 WIB, melalui "virtual reality".

Baca juga: Tim Garuda Terbang di langit Jember peringati Hari Lahir Pancasila
Baca juga: Doa lintas agama dan kursus Pancasila peringati Bulan Bung Karno 2021
Baca juga: MPR akui masih ada pandangan abaikan kehadiran Pancasila

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar