Pemkot Surakarta siap bantu Kudus tangani COVID-19

id Pemkot Surakarta, COVID-19, kudus

Pemkot Surakarta siap bantu Kudus tangani COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta menyatakan siap membantu Kabupaten Kudus untuk penanganan COVID-19 menyusul melonjaknya jumlah kasus di daerah tersebut.

"Kita berkoordinasi, kalau penanggung jawabnya provinsi, intinya kami siap membantu. Rumah sakit yang di Solo menerima rujukan juga. Ini masalah semuanya, harus diselesaikan bersama-sama," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Senin.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah rumah sakit, yaitu jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan jumlah kasus dari daerah manapun agar pihak rumah sakit segera meningkatkan kapasitas tempat tidur.

"Ini sebagai tanggung jawab, bentuk kontribusi Solo ke daerah lain," katanya.

Baca juga: 11 ASN di Kudus terpapar COVID-19 diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Baca juga: Pengendalian COVID-19 dilakukan di hulu-hilir di Kudus dan Bangkalan


Ia mengatakan untuk saat ini ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang ada di Solo ada sebanyak 689 tempat tidur. Menurut dia, pada puncak kasus COVID-19 di Solo beberapa waktu yang lalu, kapasitas rumah sakit bisa mencapai lebih dari 800 tempat tidur.

"Untuk saat ini BOR-nya (tingkat keterisian rumah sakit) di angka 69 persen, jadi masih cukup aman. Intinya kami siap melayani, tidak boleh membeda-bedakan dari mana, pasien harus diperlakukan sama, sejauh ini jumlah tenaga kesehatan juga mencukupi," katanya.

Sementara itu, terkait dengan lonjakan kasus di sejumlah daerah tersebut, menurut dia, merupakan dampak dari libur Lebaran. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan.

"Intinya kalau ada kerumunan masyarakat kita harus hati-hati. Masyarakat juga harus tenang, pemerintah bertanggung jawab tetapi harus diimbangi masyarakat yang juga bertanggung jawab, yaitu taat protokol kesehatan," katanya.

Menurut dia, isolasi terpusat yang dilakukan oleh pemerintah tidak lepas karena kurangnya kedisiplinan masyarakat saat menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Oleh karena itu, dengan isolasi terpusat tersebut diharapkan laju kasus COVID-19 dapat lebih terkendali.*

Baca juga: Kapolri siapkan manajemen kontingensi tekan angka COVID-19 di Kudus

Baca juga: Fasilitas karantina Boyolali siap terima pasien COVID-19 dari Kudus

Pewarta : Aris Wasita
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar