IHSG ditutup terkoreksi seiring menanti kebijakan The Fed

id IHSG,Bursa,Saham,aa

IHSG ditutup terkoreksi seiring menanti kebijakan The Fed

Ilustrasi - Petugas kebersihan melintasi layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (11/6/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/rwa/aa.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup terkoreksi seiring pelaku pasar yang menanti kebijakan The Fed pada Kamis (17/6/2021) dini hari.

IHSG ditutup melemah 10,47 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.078,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,08 poin atau 1,13 persen ke posisi 885,11.

"Dari dalam negeri, saat ini pergerakan IHSG cenderung wait and see. Hal ini seiring dengan antisipasi risiko tak terduga dari pertemuan bank sentral Amerika nanti malam," kata analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardhiastama di Jakarta, Rabu.

Di lain sisi, progres anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang hingga saat ini belum mencapai 40 persen, turut memberikan tekanan pada kepercayaan diri pelaku pasar.

Anggaran kesehatan yang baru terealisasi 20 persen dari pagu, memberikan tanda tanya pada pelaku pasar terkait komitmen dari pemerintah dalam menangani pandemi.

"Saat ini, pemulihan dari pandemi menjadi harapan terkait naiknya kepercayaan diri dari pelaku usaha sehingga hal tersebut dinilai dapat menopang pertumbuhan ekonomi di tahun ini," ujar Okie.

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona hijau sepanjang perdagangan saham sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG bergerak variatif sebelum ditutup di teritori negatif.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat di mana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 15,22 persen, diikuti sektor energi dan sektor properti dan real estat masing-masing 0,94 persen dan 0,19 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 1,44 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1,37 persen dan minus 0,25 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp453,38 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.126.754 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,53 miliar lembar saham senilai Rp12,41 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 316 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia pada Rabu sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 150,29 poin atau 0,51 persen ke 29.291,01, indeks Hang Seng turun 201,69 poin atau 0,1 persen ke 28.436,84, dan indeks Straits Times terkoreksi 29,7 poin atau 0,94 persen ke 3.145,17.

Baca juga: Saham Hong Kong turun tertekan melambatnya produksi pabrik China
Baca juga: Saham China turun tertekan material dan perawatan kesehatan
Baca juga: Penguatan minyak angkat saham Eropa, indeks STOXX di rekor tertinggi

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar