Surakarta maksimalkan isolasi terpusat untuk penyembuhan COVID-19

id Pemkot Surakarta, isolasi terpusat

Surakarta maksimalkan isolasi terpusat untuk penyembuhan COVID-19

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta terus memaksimalkan isolasi terpusat untuk penyembuhan pasien COVID-19 menyusul masih tingginya paparan di daerah tersebut.

"Kami menyiapkan beberapa tempat untuk isolasi terpusat, totalnya berkapasitas 1.170 orang," kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani di Solo, Selasa.

Ia mengatakan dari beberapa lokasi isolasi terpusat yang sudah disiapkan, baru sebagian yang terisi, di antaranya di Solo Technopark (STP), Asrama Haji Donohudan (AHD), SDN Cemara 02, dan SMPN 25 Surakarta.

Baca juga: IDI apresiasi pemberian paket obat gratis COVID-19 dari Presiden

"Itu pun kan ada proses ke luar masuk, seperti di STP kemarin ada yang ke luar 27 orang, dari SDN Cemara 02 juga ada yang ke luar beberapa, malam ini ada yang ke luar lagi. Jadi mudah-mudahan tidak perlu mengisi tempat yang baru," katanya.

Selain itu, dikatakannya, tingkat pengisian dari lokasi isolasi terpusat tersebut juga tergantung proses "assesment" dari tenaga kesehatan.

"Apakah harus ke isolasi terpusat atau bisa ke tempat lain, itu kan perlu waktu. Selain isolasi terpusat kami juga sudah menyediakan isolasi di hotel yang berbiaya sendiri," katanya.

Meski demikian, ia mengakui saat ini yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Surakarta adalah pasien COVID-19 dengan gejala ringan.

"Ini yang lepas dari pengawasan kami, kalau gejala ringan di RS tidak diterima, di tempat isolasi juga tidak. Ini sebetulnya perlu penanganan khusus juga, awalnya di RSBK (Rumah Sakit Bung Karno), namun belum siap jadi belum jadi. Selain itu kan juga ada pasien isolasi yang kondisinya dikecualikan," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta, hingga saat ini jumlah pasien yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 3.389 orang. Sedangkan untuk yang menjalani perawatan sebanyak 286 orang.

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan jika kasus COVID-19 di Solo terus meningkat maka tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan lokasi karantina terpusat.

"Sekarang sekolah jadi tempat isolasi, kami mau memperbanyak lagi tempat isolasi," katanya.*

Baca juga: GOR Matraman disiapkan jadi tempat isolasi mandiri pasien COVID-19
Baca juga: Tempat isolasi mandiri Kantor Wali Kota Jakarta Timur belum digunakan

Pewarta : Aris Wasita
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar