Polisi antisipasi mudik Idul Adha di Bandung dengan penyekatan

id mudik,idul adha,polrestabes bandung,penyekatan,satlantas

Polisi antisipasi mudik Idul Adha di Bandung dengan penyekatan

Kepala Satlantas Polrestabes Bandung AKBP Rano Hadiyanto. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Bandung (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung mengantisipasi adanya arus mudik Idul Adha 2021 dengan melakukan penyekatan kendaraan di sejumlah titik akses menuju Kota Bandung.

Kepala Satlantas Polrestabes Bandung AKBP Rano Hadiyanto mengatakan selain di titik akses masuk, penyekatan juga dilakukan di gerbang tol. Nantinya kendaraan yang melintas akan diperiksa petugas yang berjaga.

Baca juga: Pengurus Masjid Raya Bandung tidak menyelenggarakan Shalat Idul Adha

"Tentunya jajaran Polrestabes Bandung tetap mengantisipasi adanya arus mudik atau arus wisata yang kemungkinan masuk ke Kota Bandung," kata Rano di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Menurut Rano penyekatan itu juga dilakukan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di situasi pandemi COVID-19. Sehingga, kata dia, buka tutup jalan juga masih dilakukan untuk menekan mobilitas.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak berpergian keluar rumah atau berkunjung ke kerabat usai melaksanakan salat Idul Adha guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Sehingga apabila ada kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan khususnya kendaraan dari luar Bandung, menurutnya polisi akan memutarbalikkan kendaraan tersebut.

"Kami imbau kembali ke rumah masing-masing, tentunya untuk meminimalisir mobilitas," kata dia.

Di Kota Bandung sendiri penyekatan dilakukan di lima titik gerbang tol mulai dari Gerbang Tol Pasteur, Tol Pasirkoja, Tol Kopo, Tol Muhammad Toha, dan Tol Buah Batu. Kemudian penyekatan di akses masuk Kota Bandung dilakukan di Bundaran Cibitu, dan Cibereum.

Baca juga: Anggota DPR ajak masyarakat menahan diri tak mudik di Idul Adha
Baca juga: Polres Bekasi amankan 10 travel gelap angkut pemudik

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar