IHSG diprediksi bergerak variatif seiring perpanjangan PPKM

id IHSG,Bursa,Saham

IHSG diprediksi bergerak variatif seiring perpanjangan PPKM

Pekerja melintas di depan layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/8/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diprediksi bergerak variatif seiring perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

IHSG dibuka menguat 11,45 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.108. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,59 poin atau 0,31 persen ke posisi 832,74.

"IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang melemah pada perdagangan hari ini di tengah terbatasnya katalis positif baik dari internal maupun eksternal bagi pasar BEI," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari domestik, pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan PPKM hingga 9 Agustus 2021. Dalam aturan tersebut, salah satunya memuat tentang aturan perjalanan di wilayah aglomerasi, seperti Jakarta dan sekitarnya.

Khusus masyarakat yang melakukan perjalanan rutin dengan moda transportasi darat di wilayah aglomerasi, kini tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif COVID-19 berbasis PCR.

Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air terus menurun di mana pada Senin (2/8) kemarin terjadi penambahan 22.404 kasus baru sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,46 juta kasus.

Meski demikian, jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 pun masih tinggi yaitu bertambah 1.568 kasus sehingga totalnya mencapai 97.291 kasus.

Sementara itu, sebanyak 2,84 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 523.164 kasus.

Masih dari dalam negeri, data Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Indonesia yang turun menjadi 40,1 pada Juli dari sebelumnya 53,5 masih berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

Dari eksternal, Indeks Wall Street pada perdagangan Senin (2/8) ditutup melemah dan dapat menjadi katalis negatif.

Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, mengatakan AS sedang “menderita” dengan perebakan luas varian Delta. Dua pekan terakhir kasus harian baru COVID-19 di Negeri Paman Sam melonjak.

Pada 30 Juli 2021 lalu, kasus harian baru dilaporkan mencapai 101.423, padahal sebelumnya kasus harian baru ada di belasan ribu.

Penasihat medis utama Presiden Joe Biden itu mengatakan segalanya akan menjadi lebih buruk dan menyalahkan jutaan orang yang belum divaksinasi vaksin COVID-19

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 238,14 poin atau 0,86 persen ke 27.542,88, indeks Hang Seng turun 247,62 poin atau 0,94 persen ke 25.988,18, dan indeks Straits Times terkoreksi 18,75 poin atau 0,59 persen ke 3.142,47.

Baca juga: Saham AS berakhir bervariasi di tengah data ekonomi
Baca juga: Sejumlah pasar saham Asia dibuka melemah dipicu meluasnya varian Delta
Baca juga: Saham China dibuka lebih rendah pada Selasa


 

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar