Kementerian BUMN ajak masyarakat cintai dan beli produk UMKM lokal

id kementerian bumn,masyarakat,cintai dan beli,produk,umkm lokal

Kementerian BUMN ajak masyarakat cintai dan beli produk UMKM lokal

Ilustrasi - Produk-produk buatan usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Malang, Jawa Timur. ANTARA/Vicki Febrianto.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dengan membeli dan mengonsumsi produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting berharap masyarakat lebih mempercayai produk-produk UMKM yang saat ini kualitasnya meningkat dan sangat kompetitif.

"Saat ini dengan proses kurasi yang bagus, produk-produk UMKM nasional sangat kompetitif bahkan dalam kesempatan event pameran virtual ini sudah difasilitasi yang mana terdapat business matching dari berbagai negara yang juga akan melihat produk-produk UMKM Jawa Timur," ujar Loto dalam konferensi pers daring Bangga Buatan Indonesia: Jawa Timur dari Bank BRI di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kementerian BUMN ungkap dua tujuannya dalam Gernas BBI bantu UMKM

Artinya, menurut dia jika dipercaya untuk membuka pasar UMKM ke luar negeri tentunya produk tersebut sangat unggul. Dengan demikian jika masyarakat Indonesian yang mencintai produk UMKM tersebut terlebih dahulu maka siapa lagi. Jadi masyarakat Indonesia harus bangga dan perwujudannya dengan  mengonsumsi atau membelinya.

Dia menambahkan bahwa harapan yang kedua bagi UMKM bahwa tuntutan konsumen semakin meningkat. Dengan berada di era globalisasi, kualitas produk sangat penting dan UMKM harus terus mengembangkan nilainya untuk bisa menghasilkan bukan hanya kualitas produk yang semakin hari semakin baik, tapi  juga kapasitas produksinya bisa meningkat.

Kementerian BUMN juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan semua kemudahan, dan dukungan yang dilakukan atau diberikan oleh para pembina UMKM baik dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, kementerian/lembaga, BUMN, perusahaan-perusahaan dan semua pemangku kepentingan untuk dioptimalkan pemanfaatannya oleh pelaku UMKM.

Dengan demikian benar-benar bisa mendukung kinerja bisnis para pelaku UMKM tersebut.

"Kemudian harapan saya lainnya adalah sekali saya ingatkan kepada kita semua selaku pemangku kepentingan dan pembina UMKM, kita harus bersama-sama berkolaborasi, bersinergi untuk mendukung UMKM nasional, karena memang data statistik yang ada saat ini menunjukkan pelaku bisnis yang terbesar jumlahnya adalah sektor UMKM," kata Loto.

Baca juga: Digitalisasi sebaiknya menggunakan produk lokal

Dengan demikian, lanjut dia, kalau UMKM ini benar-benar tangguh, bisa berharap perekonomian Indonesia akan turut maju.

Kementerian BUMN sebagai campaign manager telah menunjuk BRI sebagai penyelenggara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan tema Lokal Keren Jatim bertujuan untuk membangun semangat dan aksi mencintai, mengapresiasi, menggunakan dan mengembangkan produk dalam negeri, khususnya sektor UMKM, di kalangan masyarakat umum.

BRI menggelar pameran virtual industri kreatif UMKM BRILIANPRENEUR yang mengambil tema LOKAL KEREN JATIM. Kegiatan ini merupakan wujud nyata usaha BRI untuk mendorong bangkitnya UMKM Indonesia melalui gerakan nasional #BANGGABUATANINDONESIA (BBI).

Jawa Timur dipilih dan mendapat giliran untuk mewakili daerah lainnya mengingat jumlah UMKM di provinsi ini begitu besar dengan jumlah populasi penduduknya yang besar bisa menjadi pangsa pasar bagi produk UMKM.

Sebanyak 251 UMKM terpilih mewakili Jawa Timur terdiri atas beberapa bidang industri seperti fashion, food & beverage, craft & home décor, accessory & beauty. Mereka berasal dari UMKM binaan Bank BRI, Bank Indonesia, Dinas Koperasi dan UKM  Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dewan Kerajinan Nasional Provinsi Jawa Timur, One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur, Rumah BUMN, Wingsfood, dan Jayaboard.

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar