Akademisi: Tahun Baru Islam momentum menjaga diri dan sesama

id Tahun Baru Islam

Akademisi: Tahun Baru Islam momentum menjaga diri dan sesama

Akademisi dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Muridan. ANTARA - Wuryanti Puspitasari.

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Muridan mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk menjaga diri, keluarga dan sesama untuk mewujudkan bangsa yang makin kuat di tengah pandemi COVID-19.

"Mari menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1443 Hijriah dengan saling menjaga," katanya di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Kepala Laboratorium Fakultas Dakwah UIN SAIZU itu menjelaskan, menjaga diri berarti semangat untuk menjadi manusia yang secara religius lebih dekat lagi kepada Tuhan dan dibuktikan dengan peningkatan ibadah baik ibadah ritual maupun sosial.

Baca juga: Ketua DPD: Tahun Baru Islam momentum terus berikhtiar hadapi pandemi

"Secara biologis lebih menghargai kesehatannya," katanya.

Upaya menjaga diri, kata dia, saling terkait dengan upaya menjaga keluarga.

"Keluarga adalah tempat terbaik di dunia ini, apapun kondisinya. Jangan pernah sia siakan keluarga, tingkatkan komunikasi antaranggota keluarga, saling menghargai dan saling menjaga," katanya.

Baca juga: Ketua MPR: Tahun Baru Islam momentum evaluasi diri

Sementara menjaga sesama, kata dia, sangat diperlukan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.

"Manusia tidak bisa hidup sendiri, karena saling membutuhkan, sehingga harus saling membantu, bantu mereka yang kesulitan, lindungi mereka dari segala yang membahayakan. Dengan demikian pada akhirnya masing-masing individu dapat menyelesaikan segala tantangan yang ada termasuk tantangan bangsa ini," katanya.

Baca juga: Tahun Baru Hijriah momentum perkuat ikhtiar lawan pandemi

Dia menambahkan pandemi COVID-19 menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperbanyak kegiatan berzikir dan mengingat Allah SWT serta berdoa memohon pertolongan-Nya agar wabah ini cepat selesai.

"Pandemi COVID-19 mendorong kita untuk mempergunakan akal untuk berfikir cepat dan tepat dalam mencari solusi atas wabah ini. Bagi Allah menarik wabah adalah sesuatu yang mudah, tetapi Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempergunakan akalnya dan berfikir keras untuk menemukan obat dan teori yang tepat untuk mengatasi dampak pandemi," katanya.

Baca juga: Presiden: Masuki Tahun Baru Hijriah dengan penuh harap dan doa

Baca juga: Menag ajak perkuat semangat gotong royong dalam peringati 1 Muharram


 

Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar