PKK Jakpus panen raya sayuran dan ikan hasil pertanian perkotaan

id panen,urban farming,pertanian,PKK,kemandirian pangan

PKK Jakpus panen raya sayuran dan ikan hasil pertanian perkotaan

Anggota Pokja PKK RW 06 Kebon Kosong melakukan panen singkong di Kampung Eduwisata Bhinneka Kebon Kosong, Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2021). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am.

Jakarta (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Jakarta Pusat panen raya sayuran dan ikan di sembilan wilayah dalam rangkaian kegiatan Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat.

Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat, Jannatul Hida mengatakan, panen sayuran hasil pertanian perkotaan (urban farming) ini merupakan salah satu strategi dalam pemenuhan pangan di masa pandemi COVID-19.

"Kita harapkan masyarakat atau kelompok dari PKK bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga selama pandemi ini. Mereka adalah salah satu dari pejuang ketahanan pangan," kata Hida usai kegiatan panen di Kampung Eduwisata Bhinneka Kebon Kosong, Jakarta Pusat (Jakpus), Jumat.

Hida menjelaskan, kegiatan panen serentak dalam rangka Peringatan HUT RI ini diselenggarakan di sembilan wilayah antara lain di Taman Sumenep Menteng, Kebon Kacang, Cempaka Baru dan Kebon Kosong.

Salah satu lokasi pertanian perkotaan yang juga melakukan panen serentak, yakni Kebun Eduwisata Bhinneka Kebon Kosong yang terletak di Komplek Angkasa Pura RT14/RW 06 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pokja Tim Penggerak (TP) PKK RW 06 pun lengkap mengenakan pakaian bernuansa merah putih agar suasana Peringatan HUT RI lebih terasa.

Baca juga: Kelompok Tani Fatmawati panen sayuran hasil pertanian perkotaan
Baca juga: PKK Jaksel panen sayuran hidroponik di Manggarai Selatan


Ketua Kelompok Pengelola Kampung Eduwisata Bhineka Kebon Kosong, Joko Sarjono mengatakan, panen yang dilakukan adalah tanaman singkong sebanyak 30 kilogram (kg) dan ikan lele 20 kg.

"Hasil panen tersebut langsung kita jual dengan harga banderol, yakni ikan lele Rp20 ribu per kg dan singkong Rp5 ribu per kg," kata Joko.

Lurah Kebon Kosong Alfalas mengatakan, Kampung Eduwisata Bhinneka digagas oleh Pokja PKK RW 06, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar dan Kelompok Pembudidaya Ikan Selaras. Kampung Eduwisata ini dapat dijadikan sebagai contoh pertanian perkotaan yang mandiri dalam pemenuhan pangan.

Diharap masyarakat dari RW lainnya bisa mencontoh dari RW 06 ini. Dengan kondisi seperti ini diharapkan pula masyarakat bisa lebih mandiri di bidang pangan.

"Saat ini yang sudah siap dipanen singkong, lele, nanti juga ada kangkung, ikan nila dan sayuran lainnya," kata Alfalas.
Baca juga: Sudin LH Jakpus panen sayuran hidroponik

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar