Saham Hong Kong berakhir melemah, indeks Hang Seng anjlok 2,30 persen

id saham Hong Kong,indeks Hang Seng

Saham Hong Kong berakhir melemah, indeks Hang Seng anjlok 2,30 persen

Logo Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd (HKEX) terlihat di distrik pusat keuangan di Hong Kong, China, Senin (14/9/2020). ANTARA/REUTERS/Tyrone Siu/am.

Hong Kong (ANTARA) - Saham-saham Hong Kong membukukan penurunan terbesar dalam enam minggu pada Kamis, dengan saham teknologi tergelincir karena tindakan keras terbaru China terhadap industri gaming dan China Evergrande Group jatuh di tengah tanda-tanda meningkatnya kesulitan keuangan.

Indikator utama Bursa Efek Hong Kong, Indeks Hang Seng (HSI) anjlok 2,30 persen atau 604,93 poin menjadi menetap di 25.716,00 poin, merupakan persentase penurunan satu hari terbesar sejak 27 Juli. Sementara itu, indeks China Enterprises kehilangan 2,81 persen atau 265,81 poin menjadi berakhir di 9,183.58 poin.

Sentimen tidak terbantu oleh sinyal pada Rabu (8/9/2021) dari beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve bahwa pengurangan stimulus moneter AS masih dapat dimulai tahun ini meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan pekerjaan pada Agustus dan kebangkitan COVID-19.

Dikutip dari Reuters, saham sektor teknologi mengalami aksi jual yang keras, dengan Indeks Hang Seng Tech merosot 4,5 persen. Saham-saham gaming dan media termasuk Tencent Holdings dan NetEase jatuh setelah pihak berwenang memanggil mereka dan perusahaan gaming lainnya untuk memastikan mereka menerapkan aturan baru untuk sektor ini.

Keyakinan lebih lanjut dirusak oleh laporan South China Morning Post pada Kamis bahwa China untuk sementara menangguhkan persetujuan untuk semua game online baru dalam upaya untuk mengekang kecanduan bermain game di kalangan anak muda.

Saham sektor properti juga turun, karena saham pengembang Evergrande yang sarat utang merosot sebanyak 10,5 persen ke level terendah baru enam tahun.

Kekhawatiran atas kesehatan keuangan Evergrande semakin dalam di tengah banyak penurunan peringkat, dan setelah penyedia intelijen keuangan REDD melaporkan pada Rabu (8/9/2021) bahwa perusahaan itu berencana untuk menangguhkan pembayaran bunga pinjaman kepada dua bank pada 21 September.

Tetapi saham-saham sumber daya melonjak lebih dari 2,0 persen, mengikuti tren, setelah data menunjukkan inflasi gerbang pabrik China mencapai level tertinggi 13 tahun pada Agustus, didorong oleh harga bahan baku yang melonjak.

Indeks yang melacak saham-saham energi juga mengakhiri sesi di wilayah positif.

Baca juga: Saham China ditutup bervariasi, indeks Shanghai naik 0,49 persen
Baca juga: Saham Korsel ditutup turun tajam, indeks KOSPI anjlok 1,53 persen
Baca juga: Nikkei jatuh dari tertinggi 6 bulan tertekan kekhawatiran perlambatan

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar