BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan lepasliarkan kukang ke Barumun

id BBKSDA Sumut,BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan,Berita Sumut,SM Barumun,Kukang

BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan lepasliarkan kukang ke Barumun

Petugas Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Padangsidimpuan melepasliarkan satu ekor kukang di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Barumun, Jumat (10/9/2021). ANTARA/HO.

Medan (ANTARA) - Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Padangsidimpuan, Sumatera Utara melepasliarkan satu ekor kukang ke kawasan Suaka Margasatwa (SM) Barumun.
 
Kepala BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan Gunawan Alza dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Medan, Jumat, mengatakan satwa bernama latin nycticebus coucang ini diperoleh dari seorang warga bernama Azam.
 
Kukang merupakan salah satu satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Baca juga: BKSDA Riau obati gajah sakit
 
"Mengetahui bahwa kukang merupakan satwa dilindungi, Azam segera menghubungi BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan untuk menyerahkan satwa tersebut," katanya.
 
Selanjutnya, petugas melakukan evakuasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan serta kondisi satwa. Hasil pemeriksaan dinyatakan bahwa kukang dalam keadaan sehat dan layak untuk segera dilepasliarkan.

Baca juga: BKSDA Kalteng gagalkan pengiriman ilegal ribuan ekor burung
 
"Atas dasar itu kukang tersebut dilepasliarkan di kawasan SM Barumun. Lokasi ini dipilih menjadi lokasi pelepasliaran mengingat SM Barumun merupakan habitat kukang dan satwa liar lainnya," katanya.
 
Ia mengapresiasi Azam yang memiliki kesadaran dan kepeduliannya telah menyelamatkan kukang dari perladangan penduduk dan segera menyerahkannya kepada petugas BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan untuk dilepasliarkan.

Baca juga: Warga Tulungagung serahkan kucing hutan ke BKSDA Kediri
 
"Semoga nantinya kukang ini dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan berkembangbiak secara alami di habitatnya," ujarnya.

Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar