Pencarian pria tenggelam di Bintan dihentikan dengan hasil nihil

id Pencarian korban tenggelam,sar tanjungpinang,korban tenggelam kepri

Pencarian pria tenggelam di Bintan dihentikan dengan hasil nihil

Personel SAR menyisir kawasan pesisir Pantai Trikora Bintan, Kepri, untuk mencari korban tenggelam Arfa Sona (24). ANTARA/HO-Humas SAR Tanjungpinang

Bintan (ANTARA) - Pencarian terhadap Arfa Sona (24), seorang pria korban tenggelam di perairan Pantai Trikora Bintan, Kepulauan Riau, dihentikan oleh Tim SAR gabungan setelah tujuh hari melakukan pencarian dengan hasil nihil.

"Sesuai aturan SAR, jika sampai hari ketujuh korban belum ditemukan. Maka operasi dihentikan," kata Plh Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Miswadi, Rabu.

Miswadi menyampaikan penghentian operasi kondisi membahayakan manusia ini sudah dikoordinasikan bersama Tim SAR gabungan, warga setempat dan pihak keluarga korban.

Khusus keluarga korban, katanya, sudah menyatakan menerima operasi pencarian terhadap korban asal Natuna itu tidak dapat dilanjutkan sesuai protap Kantor SAR Tanjungpinang.

"Semua sepakat operasi ini selesai dan diusulkan untuk ditutup," ujarnya.

Baca juga: Dua pemancing hilang terseret arus di perairan Tanjung Pinggir Batam
Baca juga: SAR Tanjungpinang cari korban pompong terbalik di perairan Sekupang


Ia mengatakan cuaca buruk menjadi salah satu kendala selama proses pencarian, sehingga beberapa kali upaya pencarian korban tidak bisa dilaksanakan.

Personel SAR gabungan juga melakukan penyelaman ke dasar laut di lokasi kejadian kecelakaan berdasarkan permintaan keluarga korban.

"Penyelaman dilakukan hari kedua dan ketiga. Hasilnya tetap nihil," ungkap Miswadi.

Korban Arfa Sona (21) dilaporkan hilang setelah terjatuh lalu tenggelam di perairan Pantai Trikora, Kamis (8/9), sekitar pukul 19.00 WIB.

Kronologis kejadian berawal saat korban bersama seorang temannya Dicky Rahmawan (24) yang juga seorang nelayan sedang melaksanakan aktifitas di kelong ikan.

Korban kemudian melemparkan jangkar kelong ke laut. Malang kaki korban tersangkut tali hingga membuat ia ikut terseret ke dalam laut lalu hilang.

Kelong ikan merupakan alat tangkap ikan berupa bangunan dari kayu yang dipasang jaring di bagian tengahnya. Bangunan ini ditopang oleh beberapa drum plastik agar dapat mengapung di atas permukaan laut.

Baca juga: SAR cari nelayan hilang usai ditabrak kapal tugboat di perairan Lingga
Baca juga: Korban TKI tenggelam di perairan Batam terus dicari Basarnas
Baca juga: Tiga pemancing ikan hilang di perairan Dendun


 

Pewarta : Ogen
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar