Pemerintah perlu buat kebijakan stabilisasi harga pangan

id petani,harga pangan,upah buruh tani,sektor pertanian,kesejahteraan

Pemerintah perlu buat kebijakan stabilisasi harga pangan

Arsip foto - Petani sedang menjemur kopi. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah perlu untuk membuat kebijakan stabilisasi harga komoditas pangan yang tepat serta berpihak kepada petani agar kesejahteraan produsen pangan tersebut di berbagai daerah dapat meningkat signifikan.

"Peran pemerintah diperlukan untuk menyeimbangkan hal itu, misalnya membuat kebijakan stabilisasi harga di sisi hilir," kata Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Said Abdullah, kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Seperti diketahui terkait dengan upah yang diterima kalangan petani, BPS mencatat upah nominal harian buruh tani nasional pada Agustus 2021 naik sebesar 0,13 persen dibanding upah buruh tani Juli 2021 yaitu menjadi Rp56.902 dari Rp56.829 per hari.

Sementara itu upah riil buruh tani pada Agustus 2021 mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Buruh tani sangat tergantung pada pemilik lahan. Kalau terjadi persoalan pada pemilik lahan maka bisa jadi berimbas pada buruh," katanya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan buruh tani secara signifikan, menurut dia, perlu dipastikan bahwa usaha tani pemilik lahan berjalan dengan baik, tidak hanya pada sisi produksi namun juga pasar.

Dengan adanya kebijakan penguatan yang tepat serta memastikan akses pasar serta harga yang berpihak kepada petani, lanjutnya, maka ke depannya pendapatan petani bakal meningkat.

Selain itu, ia juga mengusulkan perlu adanya kebijakan khusus untuk mengangkat posisi buruh tani misalnya dengan memberikan akses pada lahan pertanian milik desa.

Sebagaimana diwartakan, Kementerian BUMN mengatakan petani banyak memperoleh kemudahan dengan Program Makmur yaitu Program Agro Solution dari PT Pupuk Indonesia (Persero).

"Lewat program ini bibitnya dicarikan, pupuknya diberi, ada pelatihannya, ada bimbingannya, dan nanti akan dicarikan juga pembeli dan offtaker-nya," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Ia menambahkan program ini merupakan satu ekosistem untuk membantu petani. "Dan lebih hebat lagi program ini dia dapat pendanaan dan pupuk yang bagus, serta bisa meningkatkan produktivitas sampai 20-30 persen,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan lewat Program Makmur dari Pupuk Indonesia ini, pendapatan petani bisa meningkat. Jika harganya bagus maka petani akan semakin sejahtera dan makin baik. “Jadi ini programnya Pupuk Indonesia yang keren dan Pak Menteri akan dorong terus," katanya.

Ke depan Arya berharap program ini bisa mencapai target sebesar 4 juta hektare sebagaimana diharapkan Menteri BUMN. "Kalau semua tercapai, petani kita akan sejahtera," ujarnya.

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar