Saham China berakhir menguat, Indeks Shanghai naik 0,40 persen

id saham China,indeks Shanghai,indeks CSI300

Saham China berakhir menguat, Indeks Shanghai naik 0,40 persen

Ilustrasi - Investor memantau pergerakan Indeks Shanghai di Bursa Saham China. ANTARA/REUTERS/Jason Lee/am.

Shanghai (ANTARA) - Saham-saham China berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu, ketika pasar melanjutkan perdagangan setelah liburan, terangkat sektor real estat yang melonjak setelah pengembang China Evergrande meyakinkan investor akan menyelesaikan pembayaran bunga obligasi domestiknya namun saham unggulan melemah.

Indikator utama bursa, Indeks Komposit Shanghai terdongkrak 0,40 persen atau 14,52 poin menjadi menetap di 3.628,49 poin. Sementara itu, indeks saham unggulan CSI300 ditutup 0,70 persen atau 34,17 poin lebih rendah menjadi 4.821,77 poin.

Unit utama China Evergrande Group mengatakan akan melakukan pembayaran kupon pada obligasi domestiknya pada Kamis (23/9/2021), menawarkan beberapa bantuan untuk pasar yang gelisah di seluruh dunia.

Sub-indeks perbankan jatuh 2,4 persen, sedangkan indeks real estat melonjak 5,6 persen setelah dibuka turun hampir 2,0 persen.

Saham properti dan perbankan di pasar Hong Kong telah merosot pada Selasa (21/9/2021) karena meningkatnya risiko gagal bayar di pengembang properti China dan di tengah kekhawatiran bahwa agenda "kemakmuran bersama" Beijing juga akan mencakup nama-nama real estat Hong Kong.

Baca juga: Pasar saham Asia tegang, tertekan bayang-bayang Evergrande dan The Fed

China Merchants Securities mengatakan dalam sebuah catatan bahwa pasar saham-A sepertinya tidak akan terus turun, mengutip struktur investor yang berbeda antara pasar daratan dan Hong Kong serta ruang kebijakan. Mereka menambahkan bahwa investor luar negeri mengambil lebih dari 40 persen dari investor di pasar Hong Kong.

Pasar saham-A China melanjutkan perdagangan setelah liburan Festival Pertengahan Musim Gugur, sementara pasar Hong Kong ditutup pada Rabu untuk hari libur umum.

Bahan pokok konsumen dan perusahaan pariwisata masing-masing jatuh 2,5 persen dan 1,8 persen, di tengah kebangkitan kasus virus corona.

Sub-indeks energi melonjak 6,0 persen karena harga batu bara yang lebih tinggi.

Pemimpin China Xi Jinping mengatakan pada Selasa (21/9/2021) bahwa China tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri. Sementara itu, perencana negara mengatakan telah mengirim tim untuk memastikan pasokan energi dan langkah-langkah stabilisasi harga telah dilaksanakan.

Baca juga: Saham China dibuka anjlok, tertekan kekhawatiran dampak Evergrande

 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar