Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim tes urin mendadak personelnya

id tes urin,lanud hang nadim batam, pemeriksaan tes urin di tni au, danlanud batam, iwan setiawan danlanud,narkoba batam

Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim tes urin mendadak personelnya

Personel Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim diuji urinnya, di Batam, Kepulauan Riau, Senin. ANTARA/Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim

Batam (ANTARA) - Satuan Militer Polisi Militer TNI AU dan Staf Intelijen Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, melakukan tes urin secara mendadak terhadap semua personelnya, baik perwira, bintara, dan tamtama demi memastikan tidak ada personelnya yang menggunakan narkoba.

"Pelaksanaan tes urine sebagai upaya memerangi narkoba khususnya di kalangan prajurit Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim," kata Komandan Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim, Letnan Kolonel Penerbang Iwan Setiawan, dalam keterangan di Batam, Senin.

Baca juga: Metamfetamin ditemukan dari tes urine pasangan Ardi-Nia

Ia memerintahkan Komandan Satuan POM, Kapten PM Antonius, untuk melaksanakan tes secara mendadak yang dilaksanakan usai apel sore.

"Dari hasil tes urine ini hasilnya semua negatif," kata Antonius.

Namun, ia memastikan apabila ada personel Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim yang terbukti positif mengonsumsi narkoba, maka pasti ditindak sesuai dengan peraturan berlaku.

Baca juga: Puluhan prajurit TNI di Aceh Utara jalani tes urine cegah narkoba

Menurut dia, tes urine dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan memastikan khususnya personel Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim bebas dari penggunaan narkoba maupun peredaran narkoba atau sejenisnya. "Adapun harapan kami dari uji urin ini semua personel Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim dapat lebih hati-hati dalam pergaulan dan menjauhi narkoba," kata dia.

Sementara itu, Batam dinilai sebagai daerah rawan penyelundupan karena berbatasan laut dengan Malaysia dan Singapura.

Baca juga: 104 prajurit TNI-AD tes urine rutin di Kupang

Terakhir, Polda Kepulauan Riau mengungkap kasus peredaran 107,258 kg narkotika jenis sabu-sabu yang diamankan di perairan sekitar Pulau Putri, Batam.

Penangkalan peredaran narkoba itu dinilai telah menyelamatkan 321.774 hingga 429.000 jiwa manusia, bila diasumsikan satu gram dikonsumsi tiga hingga empat orang. 

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar