Menko Airlangga : Kasus aktif di luar Jawa-Bali sumbang 62,84 persen

id PPKM ,menko airlangga

Menko Airlangga : Kasus aktif di luar Jawa-Bali sumbang 62,84 persen

Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers terkait Hasil Ratas PPKM secara daring, Senin (27/9/2021). ANTARA/HO-Sekretariat Presiden.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kasus aktif di luar Jawa-Bali berkontribusi 62,48 persen terhadap kasus aktif COVID-19 secara nasional.

“Kasus aktif nasional yang 42.769 kasus (pada 26 September), distribusi luar Jawanya sebesar 62,84 persen,” kata Menko Airlangga dalam konferensi pers terkait Hasil Ratas PPKM secara daring di Jakarta, Senin.

Menko Airlangga mengatakan angka kesembuhan (recovery rate) nasional di luar Jawa-Bali mencapai 94,96 persen dan tingkat kematian mencapai 3,08 persen.

Airlangga juga menjelaskan perkembangan mingguan untuk masing-masing pulau. Tingkat kesembuhan di Sumatera mencapai 94,68 persen dengan kasus kematian 3,53 persen dan penurunan kasus mencapai 89,06 persen.

Kemudian Nusa Tenggara, tingkat kesembuhannya 96,4 persen dengan fatality rate 2,32 persen dengan penurunan kasus aktifnya 89,74 persen. Lalu, tingkat kesembuhan di Kalimantan mencapai 94,78 persen, fatality rate 3,4 persen dan perkembangan kasus turun 85,92 persen.

“Kemudian di Sulawesi, recovery rate 95,21 persen, fatality rate 2,62 persen dan kasus aktifnya menurun 84,10 persen,” ujar Airlangga.

Selanjutnya untuk Maluku dan Papua memiliki recovery rate 95,55 persen, fatality rate 1,66 persen dan penurunan kasus aktif 82,3 persen.

“Kalau kita lihat dari konfirmasi kasus aktif per 100 ribu penduduk yang masih di level 3 atau TK3 adalah Kalimantan Utara, tingkat 2 atau TK 2 Itu di Kalimantan Timur, sedangkan yang lainnya adalah tingkat 1,” jelas Airlangga.

Adapun per 26 September, hanya ada 1 provinsi yang menerapkan PPKM level 4 yakni Lampung, menurun dari sebelumnya pada 13 Agustus yang berjumlah 11 provinsi. Sedangkan provinsi yang menerapkan level 3 adalah Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara Aceh dan Papua. Sedangkan untuk level 2 dilaksanakan di 21 provinsi.

Baca juga: Kasus COVID-19 melandai, Luhut ingatkan agar tak berpuas diri
Baca juga: Mewaspadai gelombang baru dari negara tetangga
Baca juga: Banda Aceh kembali buka objek wisata setelah PPKM level 3


Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar