BRIN sosialisasikan manfaat InaBuoy kepada masyarakat pesisir Banten

id Tsunami Buoy,tsunami,BRIN,Inabuoy

BRIN sosialisasikan manfaat InaBuoy kepada masyarakat pesisir Banten

Penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga dan melindungi InaBuoy antara Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) dengan kelompok nelayan, tokoh masyarakat, dan instansi terkait yang ada di Provinsi Banten. ANTARA/HO-Humas BRIN.

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) menyosialisasikan manfaat InaBuoy kepada masyarakat pesisir Banten untuk menjaga keberlangsungan teknologi pendeteksi dini tsunami tersebut.

"Para nelayan kami posisikan sebagai mitra utama terdepan dalam menjaga dan melindungi InaBuoy, mengingat mereka yang banyak beroperasi di dekat wilayah pemasangan InaBuoy di Selat Sunda," kata Koordinator Kegiatan Sosialisasi InaBuoy Akhmadi Puguh Raharjo dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

OR PPT BRIN akan memasang sebanyak tujuh InaBuoy sepanjang 2021 untuk mendukung sistem peringatan dini tsunami di Indonesia. InaBuoy Selat Sunda telah dipasang oleh OR PPT BRIN pada 19 Agustus 2021.

Puguh menuturkan sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengedukasi para pemangku kepentingan terkait mengenai manfaat dari InaBuoy dan menggalang dukungan bagi keberlanjutan operasionalisasinya sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di kawasan pesisir Provinsi Banten dan mengurangi risiko vandalisme terhadap fungsi dan keberadaan InaBuoy.

Kegiatan sosialisasi itu dilakukan di UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, Kota Serang, Banten, dengan peserta sosialisasi yang terdiri dari para ketua kelompok nelayan beserta perwakilan anggotanya, tokoh-tokoh masyarakat, dan instansi terkait yang ada di Provinsi Banten seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kelautan dan Perikanan, Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten, Kepolisian Air dan Udara, Pengelola Pelabuhan, Kantor Kecamatan, dan Kantor Desa.

Baca juga: BPPT sosialisasikan InaBuoy pada para kru kapal kurangi vandalisme
Baca juga: BPPT gunakan sistem berbasis satelit ARGOS untuk lacak eksistensi buoy
Baca juga: BPPT siap revitalisasi tiga buoy tsunami untuk ditempatkan di Gunung Anak Krakatau


InaBuoy merupakan barang milik negara yang dilindungi Undang-Undang, dan sebagai salah satu infrastruktur pendukung selain InaCBT (Cable Based Tsunameter) dan InaCAT ( Indonesian Coastal Acoustic Tomography), yang merupakan bagian dari program prioritas OR PPT BRIN, yaitu Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).

Program tersebut dilaksanakan berdasarkan amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 93 Tahun 2019 tentang Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami.

"Kami berharap sinergi dari masyarakat pesisir di Banten untuk turut terlibat aktif menjaga InaBuoy. Buoy ini akan memberikan kita semua waktu yang berharga untuk evakuasi ke dataran yang lebih tinggi jikalau bencana tsunami melanda, terlebih pesisir Banten merupakan salah satu titik rawan bencana tsunami," ujar Puguh.

Selain itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga dan melindungi InaBuoy bersama OR PPT BRIN, kelompok nelayan, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait yang ada di Provinsi Banten.

Baca juga: BPPT akan pasang 13 buoy atau pendeteksi tsunami pada 2020-2024
Baca juga: BNPB: Amanan alat deteksi tsunami seperti objek vital nasional
Baca juga: BPPT butuh Rp5 miliar untuk revitalisasi satu buoy pendeteksi tsunami

 

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar