La Nyalla minta pengiriman PMI ke Taiwan dipersiapkan matang

id LaNyalla,PMI,pekerja migran indonesia,DPD,dpd pekerja migran

La Nyalla minta pengiriman PMI ke Taiwan dipersiapkan matang

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. ANTARA/HO-DPD RI

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta rencana pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Taiwan untuk dipersiapkan dengan matang.

"Persiapan yang dilakukan harus matang. Terutama berkaitan dengan kesehatan para calon pekerja migran yang akan berangkat ke negara-negara penempatan. Karena para pekerja migran ini membawa nama Indonesia ke luar negeri," kata La Nyalla dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat.

La Nyalla meminta Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) benar-benar memastikan penerapan protokol kesehatan yang dimulai dari perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) dan lembaga pelatihan kerja luar negeri (LPK-LN).

La Nyalla menyatakan Kemenaker juga dapat mengajak pihak-pihak yang berkepentingan di otoritas Taiwan untuk melihat kesiapan prokes kita dan calon pekerja yang akan berangkat.

"Sebagai bukti keseriusan kita dalam persiapan sehingga diharapkan bisa menjadi pertimbangan, agar penempatan pekerja migran ke Taiwan segera dibuka kembali dalam waktu dekat," ujarnya pula.

La Nyalla menambahkan, Kemenaker juga harus terus memantau dan menindak secara tegas, apabila ada P3MI/LPK-LN yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Di samping itu, La Nyalla menginginkan agar pekerja migran yang dikirim berkemampuan tinggi dan memiliki skill yang baik. Artinya kualitas dari pekerja migran Indonesia sangat bagus, tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi mempunyai keterampilan mumpuni.

"Termasuk yang harus dikuasai oleh para pekerja migran Indonesia adalah bahasa asing, minimal bahasa Inggris dan bahasa Taiwan," kata La Nyalla.

Jika nanti otoritas Taiwan sudah membuka kembali penempatan pekerja migran Indonesia, La Nyalla mewanti-wanti Kemenaker untuk menekan angka penempatan migran ilegal yang diberangkatkan oleh para sindikat.

"Sudah menjadi rahasia umum adanya pekerja migran yang berangkat secara ilegal. Ini tindakan merugikan dan tidak bertanggung jawab. Kemenaker harus mempunyai strategi mengantisipasinya dengan penguatan bersama lembaga-lembaga terkait," ujar La Nyalla.

Menurut La Nyalla penempatan pekerja migran dapat menekan angka pengangguran, akibat situasi pertumbuhan ekonomi yang belum berjalan maksimal disebabkan pandemi.
Baca juga: Ketua DPD RI dukung purna pekerja migran jadi pengusaha baru
Baca juga: Ketua DPD RI dan Menaker bahas isu penempatan pekerja migran


Pewarta : Fauzi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar