Kemenperin akan tindaklanjuti penjajakan traktor Belarus di RI

id traktor,industri traktor,kunjungan kerja ke belarus,rachmat gobel,wakil ketua dpr,kemenperin

Kemenperin akan tindaklanjuti penjajakan traktor Belarus di RI

Wakil Ketua Rachmat Gobel (kedua dari kiri) bersama rombongan melihat langsung pembuatan traktor Belarus Minsk Tractor Works yang mampu memproduksi 27 jenis traktor mulai dari kekuayan 9 pk hingga 359 pk di Minks, Belarus, Jumat (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

Minsk (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menindaklanjuti kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel ke industri traktor di Belarus, guna mengembangkan industri permesinan di Indonesia agar mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Ini pas sekali kunjungan kita, jadi kita sampaikan ini, untuk ditindaklanjuti," kata Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam di Minsk, Belarus, Minggu.

Hal itu dikemukakannya setelah mendampingi Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel ke Belaruns Minks Tractors Works dan bertemu dengan jajaran Kementerian Perindustrian Belarus pada 23 Oktober 2021.

Pada kunjungan tersebut delegasi Indonesia melihat langsung produksi 27 jenis traktor mulai dari traktor tangan untuk pertanian hingga traktor besar yang multifungsi.

Khayam mengatakan produksi traktor Belarus Minsk Tractor Works bukan hanya untuk pertanian tapi juga pertambangan.

"Jadi bisa berfungsi sebagai loader, eskavator, tapi belakangnya punya fungsi membajak," ujarnya.
 
Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam saat mengunjungi Belarus Minsk Tractor Works, 22/10/2021. (ANTARA/Risbiani Fardaniah)


Oleh karena itu ia menilai industri seperti itu sangat dibutuhkan di Indonesia. Apalagi Presiden Joko Widodo, lanjut dia, menginginkan penguatan industri permesinan baik untuk mendukung industrialisasi maupun pertanian.

"Jadi bukan hanya ini (kunjungan), harus ada kerja sama yang konkrit. Jadi kita punya kemampuan (permesinan) ke depan nantinya," ujar Khayam.

Ia mengakui di Indonesia sudah ada industri yang memproduksi traktor tangan dengan dua ban yang sederhana. "Ada lima perusahaan yaitu United Tractor, Caterpillar, Komatsu, ada Hyundai, tapi lebih ke assembling (perakitan)," katanya.

Karena itu Khayam berharap bisa dilakukan kerja sama dengan Belarus untuk mengembangkan industri permesinan, khususnya traktor, mengingat Indonesia merupakan pasar yang besar dan bisa dijadikan basis produksi untuk domestik maupun ekspor.

"Kita maunya kerja sama, bila dimungkinkan dengan Belarus," ujarnya.

Traktor-traktor besar produksi Belarus menurut dia, juga dibutuhkan untuk pertanian skala besar dan juga pertambangan, apalagi harga tambang seperti batu bara sedang tinggi saat ini.

Selain melihat produksi traktor, Delegasi RI juga mengunjungi produsen dump truck, Belaz, yang merupakan salah satu pemain dump truck terkemuka di dunia dan saat ini sudah ada 80 dump truck Belaz yang dipakai di Indonesia untuk pertambangan.
 
Delegasi Indonesia dibawah pimpinan Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel melihat traktor buatan industri Belarus Belaz di Minsk, Jumat (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

Baca juga: Pupuk Kaltim salurkan bantuan traktor untuk petani di Papua
Baca juga: Ke pabrik traktor Belarus, Rachmat Gobel ajak kerja sama investasi
Baca juga: India luncurkan traktor berbahan bakar CNG pertama

Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar