Empat daerah di NTT alami hari tanpa hujan ekstrem panjang

id NTT,BMKG,Stasiun Klimatologi Kupang,cuaca ekstem,HTH ekstrem

Empat daerah di NTT alami hari tanpa hujan ekstrem panjang

Ilustrasi - Lahan pertanian yang tandus saat musim kemarau di Kabupaten Kupang, Pulau Timor, NTT. ANTARA/Aloysius Lewokeda

Larantuka (ANTARA) - Stasiun Klimatologi Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan empat daerah di Provinsi  Nusa Tenggara Timur masih mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori ekstrem panjang.

"Daerah dengan HTH ekstrem panjang perlu mewaspadai dampak kekeringan hidrometeorologi karena tanpa diguyur hujan selama lebih dari 60 hari," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmattulloh Adji dalam keterangan yang diterima di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu.

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan informasi iklim terkini di wilayah NTT yang diperbaharui per 10 November 2021.

Rahmattulloh menyebutkan daerah-daerah yang mengalami HTH ekstrem panjang di antaranya Kabupaten Nagekeo sekitar Rendu, Kabupaten Lembata sekitar Hadakewa dan Wulandoni.

Selain itu Kabupaten Sumba Barat Daya sekitar Waitabula, dan Kabupaten Sumba Timur sekitar Rambangaru dan Kamanggih.

Ia mengatakan daerah terdampak HTH ekstrem panjang ini perlu mewaspadai dampak bencana akibat kekeringan hidrometeorologi seperti krisis air maupun kebakaran lahan dan hutan.

Selain empat daerah tersebut, kata dia, umumnya wilayah di NTT mengalami Hari Hujan (HH) hingga HTH dengan kategori sangat pendek (1-5 hari).

Sementara itu berdasarkan analisis curah hujan Dasarian I November 2021 menunjukkan bahwa umumnya wilayah NTT mengalami curah hujan dengan kategori rendah (0-50 mm).

Sebagian kecil wilayah Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat mengalami curah hujan dengan kategori sangat tinggi (lebih dari 300 mm).
Baca juga: BMKG imbau waspadai HTH ekstrem panjang melanda lima daerah di NTT
Baca juga: Bali, NTT, dan NTB berisiko tinggi mengalami kekeringan
Baca juga: Sembilan daerah di NTT berstatus awas bencana kekeringan

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar