Kapolda NTB paparkan hasil evaluasi pengamanan Sirkuit Mandalika

id evaluasi pengamanan,atc-wsbk,sirkuit mandalika,polda ntb

Kapolda NTB paparkan hasil evaluasi pengamanan Sirkuit Mandalika

Situasi arus lalu lintas kendaraan di Jalan Bypass BIL-Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (14/11/2021). ANTARA/Dhimas B.P.

Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal memaparkan sejumlah hasil evaluasi dalam tugas pengamanan di lapisan ketiga yang berada di luar areal Sirkuit Mandalika, Lombok.

Evaluasi untuk bahan pengamanan di ajang balap World Superbike (WSBK) pada tanggal 19—21 November 2021 ini, kata Iqbal di Mataram, Senin, didapatkan dari hasil pagelaran Asia Talent Cup (ATC) 2021 yang terselenggara di akhir pekan lalu.

Salah satunya terkait dengan kemacetan arus lalu lintas yang terjadi di dua jalur menuju Sirkuit Mandalika, baik pada saat kedatangan maupun kepulangan.

"Memang ada kemacetan. Akan tetapi, itu tidak lama karena ada tim pengurai dan hadir sangat cepat dan tanggap," kata Kapolda.

Begitu juga dengan antusias masyarakat yang menonton melalui areal perbukitan dan ada pula yang naik ke atas pohon di sekitar areal Sirkuit Mandalika. Menurut Iqbal, hal itu bentuk dari euforia masyarakat.

"Silakan, itu areal publik dan saya anggap itu tidak perlu dibesar-besarkan," ujarnya.

Hal tersebut juga dinilai manusiawi terjadi. Apalagi, ajang balap kelas internasional ini sudah menjadi sesuatu hal yang baru hadir di tengah masyarakat Indonesia.

"Itu indikator bahwa ajang balap kemarin memberikan magnet yang kuat, terdengar ke mana-mana," ujarnya.

Namun, dia mengingatkan agar masyarakat yang menonton di luar areal Sirkuit Mandalika tetap menjaga protokol kesehatan. Keselamatan jiwa dan keamanan juga harus menjadi perhatian bersama.

Baca juga: ATC ditunda, Ketum IMI tegaskan akan penuhi kebutuhan marshal

Baca juga: Ada WSBK, BI: Pertumbuhan ekonomi NTB terdongkrak hingga 5,81 persen

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar