Pemerintah pantau ketat perkembangan kasus COVID-19 di luar negeri

id menkes ,budi gunadi sadikin,covid-19

Pemerintah pantau ketat perkembangan kasus COVID-19 di luar negeri

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam webinar yang diadakan oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Kampus Jakarta. ANTARA/HO-Humas SBM ITB/pri. (ANTARA/HO-Humas SBM ITB)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah saat ini memantau ketat setiap perkembangan kasus COVID-19 yang terjadi di luar negeri, khususnya Eropa yang mulai terjadi ledakan kasus dan juga di wilayah Asia.

"Semua gerakan atau kejadian kasus di luar negeri ini kita pelajari dengan ketat, kita awasi dengan ketat, dan kita laporkan ke Bapak Presiden agar membuat kita tetap waspada terutama di masa Natal dan Tahun Baru," kata Budi dalam konferensi pers mengenai perkembangan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Baca juga: Menkes yakin vaksin di Indonesia mampu hadapi varian baru COVID-19

Baca juga: Pemerintah masih prioritaskan vaksinasi lansia sebelum berikan ke anak


Menkes Budi mengatakan kondisi pandemi di hampir seluruh negara Eropa mengalami lonjakan tinggi. Dia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo mengarahkan bahwa Indonesia harus hati-hati dan waspada, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru.

Budi mengatakan bahwa kenaikan kasus COVID-19 di Eropa hampir semuanya disebabkan oleh varian Delta atau turunan pertama atau turunan kedua varian virus tersebut. Namun, Menkes menerangkan bahwa banyak negara yang sudah terkena serangan virus varian Delta kondisi kasusnya masih landai sampai sekarang.

"Contohnya, India yang dulu puncaknya pernah terkenal Delta sekarang masih landai sesudah 195 hari, juga Afrika Selatan pernah kena Delta juga sekarang melanda sudah 134 hari, Indonesia 124 hari, Maroko 101 hari, dan Jepang 86 hari," kata Menkes Budi.

Baca juga: Presiden minta kegiatan sekolah tatap muka diawasi secara ketat

Budi mengatakan terdapat satu negara, yaitu Srilanka yang sudah pernah terkena serangan varian Delta, namun sekarang ini kasusnya sudah mulai terjadi kenaikan.

Budi mengatakan Presiden Joko Widodo memberikan tiga arahan pada jajaran menterinya untuk mencegah supaya tidak terjadi ledakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di Eropa sekarang ini.

Yang pertama percepat vaksinasi. Kedua, agar semua pihak jangan pernah lengah mengenai protokol kesehatan terutama pada periode libur Natal dan Tahun Baru, dan ketiga monitor pergerakan mutasi yang datang dari luar negeri maupun mutasi yang terjadi dalam negeri.

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar