OJK sebut kinerja BPR dan BPRS masih terjaga dan tumbuh positif

id OJK,BPR,BPRS,Perbankan

OJK sebut kinerja BPR dan BPRS masih terjaga dan tumbuh positif

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana dalam Launching Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS 2021-2025 di Jakarta, Selasa (30/11/2021). (ANTARA/Agatha Olivia)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana menyebutkan kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) masih terjaga dan tumbuh positif pada saat ini.

Selama Januari-September 2021, aset BPR dan BPRS tmbuh 8,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), penyaluran kredit meningkat 4,33 persen (yoy), serta dana pihak ketiga (DPK) melesat hingga 11,27 persen (yoy).

"Gambaran ini menandakan bahwa walau didera pandemi, industri BPR dan BPRS masih menunjukkan perkembangan yang sangat bagus dan ini perlu kita apresiasi karena mereka tetap berdaya tahan dalam menghadapi COVID-19," ujar Heru dalam Launching Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS 2021-2025 di Jakarta, Selasa.

Selain itu, ia menuturkan beberapa indikator lain terkait ketahanan perbankan seperti rasio permodalan, rasio profitabilitas, hingga rasio likuiditas BPR dan BPRS juga menunjukkan kondisi yang sangat baik.

Begitu pula dengan rasio kredit macet yang sangat terkendali baik jika dilihat dari non performing loan (NPL) bruto maupun neto yang masih dikelola dengan sangat hati-hati.

"Kami melihat ketahanan permodalan BPR dan BPRS masih sekitar 23,86 persen dengan rasio pembiayaan terhadap simpanan yang cukup baik," kata Heru.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengungkapkan industri BPR dan BPRS masih terus melakukan konsolidasi sehingga terus menurun jumlahnya, hal tersebut menggambarkan penguatan permodalan yang telah didorong OJK terus meningkatkan kinerja kedua industri tersebut dalam melakukan aksi korporasi seperti konsolidasi.

Sejak Januari hingga September 2021, jumlah BPR dan BPRS tercatat 1.646, menurun dari tahun 2020 yang sebanyak 1.669 dan 2019 yang mencapai 1.709.

Baca juga: Perbarindo: BPR tetap "prudent" di tengah pandemi
Baca juga: Kemenkeu: 367 BPR manfaatkan penempatan dana pemerintah di perbankan
Baca juga: OJK: Potensi ekonomi digital RI tertinggi di Asia Tenggara


 

Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar