Anggota DPR RI kecam dugaan penganiayaan tahanan di dalam sel

id DPR RI,Sahroni

Anggota DPR RI kecam dugaan penganiayaan tahanan di dalam sel

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengecam tewasnya seorang tahanan berinisial HS di dalam sel Satreskrim Polrestabes Medan, Sumatera Utara, terkait dengan dugaan penganiayaan dalam peristiwa tersebut.

Oleh karena itu, Ahmad Sahroni meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas.

"Saya sangat mengecam adanya aksi penganiayaan di dalam sel tahanan, apalagi ini sampai menyebabkan tewasnya seseorang. Saya minta kepolisian mengusut kasus ini, cari siapa dalang dari penganiayaan tersebut karena ini sama saja dengan kasus pembunuhan," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Sahroni menegaskan bahwa tidak ada pembenaran perilaku kekerasan maupun penyiksaan di lapas terhadap siapa pun tahanannya, apa pun kasusnya, karena semua memiliki hak dan kewajiban yang sama di hadapan hukum.

Para petugas lapas, kata dia, harus turut diperiksa dan dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurut dia, pihak berwajib harus mampu mengungkap apakah dugaan penganiayaan itu terjadi karena tidak dibayarkannya uang keamanan adalah benar.

"Berdasarkan info dari pihak keluarga bahwa tubuh korban penuh luka dan lebam. Jadi, ini sudah jelas ada tindakan kekerasan ataupun penyiksaan, tidak mungkin tiba-tiba meninggal begitu saja tanpa sebab," ujarnya.

Ditegaskan pula bahwa kepolisian harus turut memeriksa para petugas lapas apakah terlibat atau tidak. Selain itu, perlu dievaluasi, benar atau tidak penganiayaan itu terjadi karena tidak dibayarkannya uang keamanan.

Kalau benar penganiayaan itu dilakukan karena tidak dibayarkannya uang keamanan, menurut dia, sangat menyedihkan sehingga oknumnya harus ditindak tegas.

Sebelumnya, seorang tahanan kasus dugaan pencabulan berinisial HS tewas di dalam sel Satreskrim Polrestabes Medan, Sumatera Utara.

HS meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara pada hari Rabu (24/11). Kematiannya diduga akibat penganiayaan di dalam sel.

Keluarga korban menjelaskan bahwa kondisi jenazah terlihat penuh luka lebam di bagian kaki, punggung, hingga wajah.

Baca juga: Pengedar narkoba meninggal di tangga ruang tahanan Polresta Pontianak

Baca juga: Anggota DPR minta Polri transparan ungkap tahanan tewas


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar