Pemeriksa OPCW masuki Douma untuk periksa tuduhan penggunaan senjata kimia

id tim opcw,senjata kimia, suriah

Pemeriksa OPCW masuki Douma untuk periksa tuduhan penggunaan senjata kimia

Seorang anak lelaki berjalan di sepanjang jalan rusak di kota Douma di Damaskus, Suriah, Senin (16/4/2018). (REUTERS/Omar Sanadiki)

Damaskus, Suriah (ANTARA News) - Misi pencari fakta dari Organisasi bagi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada Sabtu (21/4) memasuki Kabupaten Douma Timur di Damaskus untuk memeriksa tuduhan penggunaan senjata kimia.

Itu menjadi kunjungan pertama sejak tim tersebut tiba di Damaskus pekan sebelumnya.

OPCW mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa para ahlinya mengunjungi satu lokasi di Douma untuk mengumpulkan sampel untuk dianalisis sehubungan dengan tuduhan penggunaan senjata kimia di Douma pada 7 April.

OPCW akan menilai situasi dan mempertimbangkan berbagai langkah termasuk kemungkinan kunjungan lain ke Rijswijk, Belanda, untuk melakukan analisis.

Tindakan itu dilakukan saat tim keamanan PBB memasuki Douma pada Jumat guna menilai situasi keamanan sebelum kunjungan para ahli OPCW, demikian laporan Xinhua, Minggu pagi. Sebelumnya satu upaya berakhir dengan kembalinya tim keamanan ke Ibu Kota Suriah, Damaskus, setelah dihujani tembakan dari senjata ringan.

Tim OPCE mendatangi Douma setelah Pemerintah Suriah mengundang OPCW untuk menyelidiki peristiwa 7 April; gerilyawan dan pegiat menuduh pasukan Suriah menggunakan gas klorin dalam satu serangan ke Douma.

Saat itu, Pemerintah Suriah membantah tuduhan tersebut dan mengatakan gerilyawan dan pendukung asing mereka memalsukan peristiwa itu untuk menarik tindakan militer asing.

Pada 14 April, Amerika Serikat, Prancis dan Inggris melancarkan serangkaian serangan rudal ke beberapa posisi Suriah sehubungan dengan tuduhan tersebut, dan tim OPCW tiba pada hari yang sama setelah serangan berakhir.

Baca juga: Ternyata Rusia dan AS "main mata" di Suriah
Baca juga: Rusia: Inggris ikut mengarang laporan serangan senjata kimia di Suriah

 

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar